Sumbawanews.com,- Pada Rabu, 29 Juli 2026, Iran melancarkan serangan mendadak dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik dari wilayahnya menuju pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa seluruh proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, tanpa ada kerusakan atau korban di pihak AS. CENTCOM menyatakan serangan itu dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam sebagai respons terhadap pasukan Amerika yang berbasis di kawasan Timur Tengah.
Serangan ini terjadi setelah hampir dua minggu serangkaian serangan balasan antara AS dan Iran, termasuk serangan udara AS terhadap target di Iran dan serangan rudal serta drone oleh Teheran yang menargetkan sekutu Washington di sekitar Teluk. Ketegangan memuncak setelah beberapa kapal dihantam di Selat Hormuz pada pertengahan Juli, memicu gelombang serangan balas-membalas yang memperdalam krisis keamanan regional.
Meski intensitas pertempuran sempat mereda akhir pekan lalu, situasi tetap dinamis dengan AS dalam keadaan siaga tinggi. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut ada “peluang bagus” untuk kemajuan dalam negosiasi guna mengakhiri konflik, namun belum ada tanda-tanda gencatan senjata resmi dari kedua belah pihak.















