Sumbawanews.com,- Laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle berakhir imbang 1-1 setelah gol Hossein Khalilzadeh untuk Iran dianulir wasit melalui pertimbangan VAR pada menit ke-93. Gol yang seharusnya mengantarkan Iran finis sebagai runner-up grup itu dibatalkan karena pemain belakang Iran itu berada dalam posisi offside saat bola pertama kali dimainkan.
Khalilzadeh menyambar bola liar setelah tendangan bebas Iran gagal diamankan sempurna oleh kiper Mesir Mostafa Shobeir. Dalam kekacauan di depan gawang, ia melesakkan bola ke jala lawan, memicu sorak-sorai pemain dan suporter Iran yang yakin timnya telah meraih kemenangan penentu. Namun, euforia itu hanya berlangsung beberapa detik. Wasit segera menghentikan pertandingan dan mengarahkan ke layar VAR untuk meninjau ulang posisi pemain.
Tayangan ulang menunjukkan bahwa seorang pemain Mesir tampak lebih dekat ke garis gawang dibanding Khalilzadeh, membuat banyak penonton dan analis menduga bahwa posisi Iran seharusnya onside. Namun, menurut Law 11 IFAB, penilaian offside tidak didasarkan pada jarak terdekat ke gawang, melainkan pada posisi relatif antara pemain penyerang, bola, dan dua pemain lawan terakhir—biasanya bek dan kiper—pada saat bola dilepaskan.
Dalam kasus ini, meski satu bek Mesir berada di belakang Khalilzadeh, dua pemain lawan terakhir—termasuk kiper—berada di depannya saat bola ditendang. Artinya, Khalilzadeh berada di garis offside saat umpan diberikan, sehingga gol tetap dinyatakan tidak sah.
Keputusan ini mengakhiri harapan Iran untuk lolos langsung ke babak 32 besar. Mesir, yang sebelumnya ketinggalan 0-1, akhirnya mengamankan satu poin dan berhak melaju ke babak selanjutnya sebagai juara grup. Sementara Iran harus menunggu hasil laga lain untuk menentukan nasibnya sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.
Pertandingan ini menjadi sorotan global, bukan hanya karena keputusan VAR yang kontroversial, tetapi juga karena menandai momen krusial di mana aturan offside—yang semakin ketat sejak penerapan teknologi semi-otomatis—kembali menjadi pusat perdebatan di panggung sepak bola dunia.















