Home Serba Serbi Tekno iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Jam Usai Pre-order Dibuka

iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Jam Usai Pre-order Dibuka

Sumbawanews.com,- Apple melaporkan permintaan awal untuk iPhone Duo, ponsel lipat pertama perusahaan, luar biasa tinggi. Stok untuk pengambilan pada hari peluncuran habis segera setelah pemesanan dibuka pada Jumat, sementara estimasi pengiriman daring mulai mundur hingga akhir Januari. Perusahaan menyatakan sambutan konsumen terhadap produk revolusioner ini sangat besar dan terus menerima pesanan secara online. iPhone Duo menandai perubahan desain terbesar pada iPhone dalam beberapa tahun terakhir, memasuki segmen ponsel lipat yang sebelumnya didominasi produsen Android.

Analisis dari IDC menunjukkan bahwa meskipun ponsel lipat hanya menyumbang sedikit di atas 2% dari total unit smartphone global tahun ini, kontribusinya terhadap pendapatan industri mencapai hampir 7%. Direktur Riset Senior Global Tim Perangkat Konsumen IDC, Nabila Popal, menyebut iPhone Duo cepat menjadi ponsel lipat yang diidamkan konsumen, karena kehadirannya dalam ekosistem Apple yang sudah memiliki basis pengguna besar. Meski teknologi layar lipat bukan hal baru, keberadaannya di produk Apple memberi sentuhan eksklusif yang berbeda.

Harga iPhone Duo yang lebih rendah dari perkiraan industri, menurut analis Moor Insights Anshel Sag, membantu Apple menjangkau lebih banyak konsumen. Sag memprediksi perangkat ini akan menjadi simbol status selama musim liburan akhir tahun dan berpotensi bertahan hingga tahun depan. Keterbatasan stok justru memperkuat daya tariknya, dengan habisnya persediaan dan penundaan pengiriman menjadi indikator kuatnya permintaan awal.

Namun, sambutan di masa preorder belum menjamin keberhasilan jangka panjang. Penjualan berikutnya akan menjadi tolok ukur utama apakah iPhone Duo mampu mempertahankan minat konsumen.

Previous articleWamen Komdigi Apresiasi Kampanye Jurnalisme Berkualitas Lewat Run for Good Journalism 2026
Next articleKejurnas Tinju Amatir Piala Menko IPK 2026 Siap Digelar di Jakarta, 35 Provinsi Bertarung