Sumbawanews.com,- Inter Milan meraih kemenangan sensasional 3-2 atas Napoli di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu, 5 September 2026, dalam lanjutan Liga Italia. Dalam pertandingan yang penuh dramatis, Nerazzurri bangkit dari tertinggal dua gol untuk membalikkan keadaan dan mengukir sejarah sebagai tim pertama yang mengalahkan Napoli di Serie A setelah tertinggal dua gol lebih dulu. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Lautaro Martínez (menit ke-58 dan ke-72) serta Marcus Thuram (menit ke-81), menyusul dua gol Napoli yang dicetak Matteo Politano (menit ke-47) dan Rasmus Højlund (menit ke-52).
Laga berawal dengan dominasi Napoli yang berhasil memanfaatkan kesalahan pertahanan Inter di awal babak kedua. Politano membuka keunggulan tuan rumah setelah tendangan bebasnya melesat ke pojok gawang, lalu Højlund memperlebar keunggulan lewat sundulan setelah umpan silang sempurna. Skor 2-0 membuat Napoli nyaris yakin akan meraih poin penuh, namun Inter bangkit dengan semangat luar biasa. Kapten Lautaro Martínez menjadi jiwa kebangkitan tim, mencetak gol pertama lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, lalu menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan terobosan Thuram. Thuram sendiri kemudian menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan di menit ke-81, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Napoli yang gagal membersihkan bola.
Menurut data Opta, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Inter mengalahkan Napoli di kompetisi liga setelah tertinggal dua gol. Di sisi lain, Napoli hanya dua kali dalam sejarah klubnya kalah setelah unggul dua gol—yang terakhir terjadi pada 1942 saat kalah 3-5 dari Torino, lebih dari delapan dekade lalu. Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengaku bangga dengan mental timnya. “Ini adalah pertandingan yang luar biasa, menghibur, dan iklan fantastis untuk sepak bola Italia. Kami seharusnya bisa lebih baik dalam menangani gol pertama, tapi yang penting, tim tidak kehilangan ketenangan dan tetap menjaga identitasnya,” ujarnya.
Dengan kemenangan ini, Inter Milan mengumpulkan sembilan poin dari tiga laga, memuncaki klasemen Liga Italia. Sementara Napoli terpuruk ke peringkat ke-13 dengan hanya tiga poin, usai dua kekalahan beruntun. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin—ini adalah bukti ketahanan mental, kepercayaan diri, dan kehebatan tim yang mampu berbalik dari jurang kekalahan menjadi puncak kejayaan.















