Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan bahwa Indonesia akan menjadi pusat perhatian global saat menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen pertama yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dengan tim undangan. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari 24 September hingga 5 Oktober 2026 itu akan memanfaatkan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue utama, sehingga Persija Jakarta terpaksa mencari kandang sementara untuk laga melawan Java United dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Erick Thohir memperkirakan jumlah penonton global bisa melebihi 1 miliar orang, didorong oleh basis penggemar sepak bola yang besar di negara-negara peserta, sekaligus menekankan potensi besar turnamen ini untuk promosi budaya dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari persiapan, Emtek Group resmi ditunjuk sebagai official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026, dengan pengumuman dilakukan di SCTV Tower, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 September 2026. Pelatih timnas Indonesia John Herdman turut hadir dalam acara tersebut, menandai sinergi erat antara pemerintah, PSSI, dan mitra media dalam membangun momentum besar bagi sepak bola Tanah Air.
Sementara itu, di Eropa, kontroversi terjadi di Derby Manchester setelah Manchester City menang 1-0 atas Manchester United pada 13 September 2026. Dua wasit VAR, Matt Donohue dan Blake Antrobus, diberhentikan sementara oleh Pro Ref setelah diakui terjadi “kesalahan penilaian” terkait gol kemenangan City. Keputusan ini memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan analis, meski tidak ada kaitan langsung dengan gelaran di Indonesia.
Dengan kesiapan infrastruktur, dukungan media, dan ambisi besar dari pimpinan sepak bola nasional, Indonesia siap menjadikan FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai momen bersejarah yang tidak hanya mengukir prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai kekuatan sepak bola Asia.















