Home Berita Internasional Indonesia-Australia Luncurkan KINETIK Senilai Rp7,59 Triliun untuk Infrastruktur Hijau

Indonesia-Australia Luncurkan KINETIK Senilai Rp7,59 Triliun untuk Infrastruktur Hijau

Sumbawanews.com,- Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan KINETIK, kemitraan strategis senilai AUD 600 juta atau sekitar Rp7,59 triliun, pada Kamis, 20 Agustus 2026, untuk mendorong investasi infrastruktur dan iklim berkelanjutan di seluruh Indonesia selama satu dekade mendatang. Inisiatif ini fokus pada perbaikan regulasi, transfer teknologi, dan penyusunan skema pembiayaan campuran agar proyek ramah lingkungan menjadi menarik bagi investor. KINETIK akan mendukung sektor energi terbarukan, air dan sanitasi, pengelolaan sampah, serta transportasi berkelanjutan, sekaligus mendorong inovasi digital dan pembangunan yang inklusif. Peluncuran dilakukan di Kementerian Keuangan RI oleh pejabat tinggi kedua negara, termasuk Direktur Jenderal Stabilitas dan Pembangunan Sektor Keuangan Herman Saheruddin, Deputi Menteri Putut Hari Satyaka, dan Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath.

Tiga investasi awal telah diumumkan sebagai bagian dari gelombang pertama KINETIK. Pertama, USD 35 juta dari KINETIK Affirma Capital Climate Transition Fund melalui Private Infrastructure Development Group dialokasikan untuk Bright Nusantara Energy, yang mengoperasikan proyek mikrohidro dan surya berkapasitas 30 megawatt di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Lombok Timur. Kedua, USD 13 juta dari Australian Development Investments (ADI) masuk ke Circulate Capital Asia Fund II untuk mendukung perusahaan yang mengembangkan solusi daur ulang dan pengelolaan sampah. Ketiga, USD 16,65 juta dari investasi filantropi dan publik Australia melalui ADI diberikan kepada Asia Climate-Smart Landscape Fund yang membiayai usaha pertanian berkelanjutan, agroforestri, dan akuakultur di Indonesia.

Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath menegaskan bahwa KINETIK mencerminkan kuatnya kemitraan kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif. Sementara itu, Herman Saheruddin berharap kemitraan ini akan memperkuat kebijakan pembiayaan berkelanjutan, memperluas akses pendanaan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta mempercepat pengembangan infrastruktur hijau di Indonesia.

Previous article15 Rumah Hangus dalam Kebakaran di Kramat Sawah, Jakarta Pusat
Next articleRonaldinho Kembali ke Italia, Gabung Ravenna di Serie C