Sumbawanews.com,- Harry Kane, Mohamed Salah, dan Pedro Rodriguez menjadi tiga pemain langka yang berhasil mencetak gol di tiga kompetisi antarklub Eropa di bawah UEFA: Liga Champions, Liga Europa, dan UEFA Conference League. Prestasi ini menegaskan konsistensi mereka di berbagai level kompetisi Eropa, dari turnamen paling bergengsi hingga ajang baru yang lebih muda.
Mohamed Salah menjadi nama terbaru yang menyusul jejak mereka. Setelah bergabung dengan Trabzonspor pada musim panas 2026, ia langsung menyumbang gol dan assist dalam laga pembuka Liga Konferensi Europa melawan KuPS. Sebelumnya, Salah menghabiskan sembilan tahun bersama Liverpool, dengan pengalaman intens di Liga Champions meski performanya menurun di musim terakhirnya di Anfield.
Harry Kane mencatatkan torehan gol di ketiga ajang tersebut selama karier bersama Tottenham Hotspur dan Bayern Munich. Ia mencetak gol pertamanya di Liga Europa pada musim 2011/2012, lalu membuka rekening di Liga Champions pada penampilan keduanya pada 2017. Di UEFA Conference League, Kane empat kali menjebol gawang lawan saat berseragam Spurs pada fase grup perdana ajang itu. Di Bayern Munich, ia mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 atas VfB Stuttgart di final DFB Pokal 2026, sekaligus mengawinkan gelar Bundesliga dan Piala Jerman.
Cody Gakpo, mantan rekan satu tim Salah di Liverpool, juga masuk daftar ini. Sebelum pindah ke Anfield, ia sudah mencetak gol di Liga Europa dan UEFA Conference League bersama PSV Eindhoven. Meski belum mencetak gol di dua penampilan awalnya di Liga Champions bersama Liverpool, Gakpo akhirnya mencatat tiga gol pada fase grup Liga Champions 2024/2025.
Pedro Rodriguez, yang pernah membela Barcelona dan Chelsea, menjadi salah satu pemain paling sukses secara gelar. Ia sudah mengemas 16 gol di Liga Champions sebelum akhirnya mencetak gol pertamanya di Liga Europa pada musim ketiganya bersama Chelsea, tepatnya saat berusia 31 tahun. Dengan demikian, ia menyelesaikan koleksi pribadinya di ketiga kompetisi UEFA.
Daftar ini, yang dirangkum dari Planet Football, mencatat hanya segelintir pemain di dunia sepak bola yang mampu menembus tiga liga Eropa dengan catatan gol—menjadi bukti ketahanan, adaptasi, dan kualitas teknis yang luar biasa.















