Sumbawa Barat, sumbawanews.com — Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day/WCD) yang diperingati setiap 26 September menjadi pengingat pentingnya perencanaan keluarga serta akses terhadap pelayanan kontrasepsi yang berkualitas.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sumbawa Barat mengajak seluruh masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya program keluarga berencana (KB) sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, sejahtera dan berkualitas.
Kabid KB Dinas P2KBP3A KSB, Heru Sudriansyah, S.Pd., M.Pd., mengajak masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk tidak ragu mengikuti program KB sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing pasangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk ber-KB, demi keluarga yang sehat, sejahtera dan berkualitas,” ujar Heru.
Menurutnya, pembangunan keluarga merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas serta berorientasi pada pemenuhan hak reproduksi, khususnya bagi pasangan usia subur.
Program KB tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jumlah anak, tetapi juga menyangkut pengaturan jarak kelahiran, kesehatan ibu dan anak, peningkatan kesejahteraan keluarga, kesetaraan gender, serta perlindungan anak.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, setiap pasangan usia subur memiliki hak untuk memperoleh informasi, konseling dan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan.
Penyelenggaraan pelayanan KB juga diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menempatkan pengendalian penduduk dan keluarga berencana sebagai salah satu urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa program KB merupakan bagian penting dari kebijakan pemerintah dalam pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
Keberlangsungan program KB dan pelayanan kesehatan reproduksi dinilai penting untuk terus dijaga. Pasalnya, laju pertumbuhan penduduk (LPP) dapat kembali meningkat apabila upaya pengendalian penduduk dan perencanaan keluarga tidak dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui momentum Hari Kontrasepsi Sedunia 2026, masyarakat KSB diharapkan semakin memahami bahwa keluarga berencana bukan sekadar membatasi kelahiran, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera.
“Berencana Itu Keren, Ber-KB Itu Hebat!” menjadi pesan yang digaungkan untuk mendorong keluarga di Sumbawa Barat membangun kehidupan yang lebih terencana dan berkualitas.
5 Manfaat Ber-KB yang Ditekankan
Menjaga kesehatan ibu dan anak
Mengatur jarak kelahiran
Meningkatkan kesejahteraan keluarga
Mendukung kesetaraan gender
Melindungi anak dari risiko stunting
Keluarga berencana, investasi masa depan.















