Sumbawanews.com,- Apple telah menyetujui kontrak pembelian memori DRAM dari Samsung dengan harga baru sebesar USD 2 per GB untuk pengiriman tahun depan, naik tajam dari USD 1,50 per GB saat ini. Kenaikan ini dipicu oleh pergeseran produksi wafer global ke High Bandwidth Memory (HBM) untuk mendukung pusat data kecerdasan buatan, sehingga pasokan memori konsumen tergerus. Permintaan DRAM diperkirakan meningkat 36,2% pada 2027, sementara pasokan hanya naik 19,3%, membuat defisit pasokan memburuk dari -8,1% menjadi -13,6%. Akibatnya, kenaikan harga rata-rata sekitar USD 100 atau Rp 1,7 juta akan diterapkan pada lini iPhone terbaru, dengan varian penyimpanan 2TB bisa mencapai USD 3.000 atau Rp 53,2 juta. Meski Apple sebelumnya mampu menekan biaya melalui efisiensi rantai pasok, perusahaan kini tak lagi bisa menahan tekanan harga akibat dominasi kebutuhan AI di industri memori.















