Sumbawanews.com,- Gunung Semeru di Jawa Timur kembali memuntahkan kekuatan alamnya pada Selasa pagi, 23 Juni 2026. Erupsi tercatat pukul 05.30 WIB, dengan kolom abu vulkanik membubung hingga 1.200 meter di atas puncak—atau setara 4.876 meter di atas permukaan laut. Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, awan abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah selatan.
Data seismograf mencatat erupsi ini berlangsung selama 2 menit 17 detik, dengan amplitudo maksimum 22 milimeter. Hingga laporan diterbitkan, aktivitas vulkanik masih berlanjut, meski belum menunjukkan tanda-tanda melonjak signifikan.
Status Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga). Pemerintah melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk menjauhi zona bahaya. Di sektor tenggara, larangan aktivitas diberlakukan sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak itu, warga dilarang mendekati tepi sungai dalam radius 500 meter, mengingat risiko luapan awan panas dan lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, radius 5 kilometer dari kawah dinyatakan sebagai zona merah mutlak akibat potensi lontaran batu pijar. PVMBG juga memperingatkan bahaya guguran lava dan aliran lahar di sepanjang sungai-sungai berhulu di puncak Semeru, terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar bahkan bisa terjadi di anak-anak sungai kecil yang mengalir menuju sungai-sungai utama tersebut.
Erupsi ini menjadi yang keenam dalam kurun sebulan terakhir, mengingatkan masyarakat akan sifat Semeru yang kian dinamis. Sebelumnya, pada 29 Mei lalu, gunung ini sempat meletus dengan kolom abu mencapai 2.000 meter—momen paling intens sepanjang 2026. Kondisi ini memperkuat kebutuhan akan kewaspadaan berkelanjutan, terutama bagi warga di kaki gunung dan para pendaki yang kerap mengabaikan batas zona aman.
PVMBG terus memantau perkembangan melalui alat pemantauan real-time dan berkoordinasi dengan BPBD setempat. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan resmi, dan tidak menyebarkan informasi tidak terverifikasi. Informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi PVMBG dan BPBD Jawa Timur.















