Home Berita Olah Raga Gianni Infantino Gelar Rapat Darurat Hadapi Gelombang Penolakan di FIFA

Gianni Infantino Gelar Rapat Darurat Hadapi Gelombang Penolakan di FIFA

Sumbawanews.com,- Presiden FIFA Gianni Infantino menggelar rapat darurat di Maroko pada Rabu, 5 Agustus 2026, menyusul meningkatnya tekanan dari anggota FIFA yang menolak rencananya menjual saham Piala Dunia dan mempertahankan kursi kepemimpinan hingga periode keempat pada 2027–2031. Rapat yang mengumpulkan seluruh pejabat senior FIFA ini dilakukan sebagai upaya konsolidasi di tengah krisis kepercayaan yang melanda badan sepakbola dunia. Rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE)—perusahaan swasta yang akan mengelola aspek komersial Piala Dunia—mendapat penolakan tegas dari sejumlah asosiasi anggota, yang memandang langkah itu sebagai komersialisasi berlebihan terhadap ajang paling bergengsi di dunia sepakbola. Kritik juga datang dari dalam tubuh FIFA, termasuk dari Sekjen Mattias Grafstrom yang menyatakan syukur atas pembatalan proyek itu, serta Arsene Wenger yang menyerukan komitmen, transparansi, dan integritas dalam kepemimpinan organisasi.

Infantino, yang sebelumnya dianugerahi Bintang Jasa Pratama oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023 atas kontribusinya pada perkembangan sepakbola global, kini menghadapi tantangan terberat dalam kepemimpinannya. Banyak asosiasi nasional, bahkan sejumlah tokoh internal, telah secara terbuka menyatakan penolakan terhadap pencalonannya kembali. Di tengah gempuran kritik, Infantino bergerak cepat untuk memperkuat basis dukungannya, termasuk melalui pertemuan tertutup di Maroko yang dianggap sebagai langkah strategis untuk mempertahankan kendali atas masa depan FIFA. Sementara itu, kekhawatiran atas independensi dan etika tata kelola organisasi terus menguat, terutama setelah laporan dari Yordania dan sejumlah negara lain yang merasa diperas oleh kebijakan FIFA.

Previous articleTiket Lotre Senilai Rp20,76 Miliar Ditemukan di Tumpukan Sampah
Next articleNeymar di Persimpangan Jalan: Pensiun atau Lanjut Setelah Piala Dunia 2026?