Sumbawanews.com,- FIFA membantah tegas tuduhan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino membayar selingkuhannya agar keluar dari UEFA. Melalui juru bicara resmi, FIFA menegaskan bahwa pembayaran yang disebut-sebut senilai enam digit dolar AS bukanlah uang suap atau kompensasi hubungan pribadi, melainkan pesangon resmi yang diberikan kepada seorang mantan karyawan UEFA yang juga menempuh program MBA.
Pembayaran tersebut, menurut FIFA, sesuai dengan peraturan organisasi yang berlaku bagi karyawan yang meninggalkan jabatan untuk melanjutkan pendidikan. Aturan ini, kata juru bicara, sudah ada sejak masa Infantino menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FIFA dan telah diperketat sejak 2016. Kebijakan serupa, lanjutnya, juga diterapkan di organisasi modern bereputasi tinggi, termasuk di semua tingkatan UEFA.
Tuduhan yang beredar sejak Sabtu (8/8) menyebutkan bahwa pembayaran itu terkait perseteruan antara FIFA dan UEFA dalam isu kepemimpinan Infantino. Namun, FIFA menegaskan tidak ada hubungan antara pembayaran ini dengan konflik internal atau hubungan pribadi. Pihaknya menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan sengaja dibuat untuk merusak reputasi presiden FIFA.
FIFA menegaskan kembali bahwa semua transaksi kepegawaian dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi internasional yang berlaku.















