Sumbawanews.com,- Geothermal Soccer Indonesia (GSI) akan menyelenggarakan Geothermal Youth League pada Oktober 2026, sebuah kompetisi sepak bola usia muda yang dirancang untuk mengidentifikasi bakat terbaik dari wilayah sekitar kawasan panas bumi, seperti Kamojang dan Garut. Turnamen ini diikuti 16 tim tingkat SMP dan menjadi pintu masuk bagi pemain berprestasi untuk mengikuti seleksi di Persita Tangerang Akademi atau Elite Pro Academy U-16. Ketua GSI, Carson Hakama, mengungkapkan bahwa klub Liga 1 tersebut telah menyambut positif kerja sama ini dan akan mengirim tim pencari bakat untuk memantau langsung para pemain selama kompetisi berlangsung. Tujuan utama program ini bukan hanya mencari juara, tetapi juga membuka akses bagi anak-anak dari daerah yang selama ini jarang terjangkau oleh sistem pencarian bakat profesional.
Selain Geothermal Youth League, GSI juga baru saja menyelesaikan gelaran Geothermal League 2026 untuk kategori korporat, yang berlangsung pada 4–5 Juli di Brilian Stadium, Jakarta Selatan, dan 11–12 Juli di ASIOP Stadium, Jakarta Pusat. Sebanyak 36 tim dari sektor IPP/Developers dan EPC/Contractors berkompetisi dalam format grup dan gugur sebagai bagian dari rangkaian Road to Geothermal World Cup 2026 yang dijadwalkan pada 1–2 Agustus mendatang. Carson menekankan bahwa turnamen ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antarperusahaan industri panas bumi, sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan disiplin yang bisa diterapkan di dunia kerja.
Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Erwin Fahmi Artantono, menambahkan bahwa olahraga menjadi medium efektif untuk membangun kepercayaan dan sinergi antarstakeholder. Dengan menggabungkan semangat kompetisi olahraga dan pengembangan sumber daya manusia, GSI berupaya menciptakan ekosistem yang tidak hanya mendukung industri energi terbarukan, tetapi juga membangun masa depan sepak bola Indonesia dari akar rumput.















