Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Baiq Hadijah, Ketua Forum Disabilitas Kabupaten Sumbawa sekaligus ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Sumbawa, mengapresiasi kehadiran dan perhatian Pemdan Sumbawa terhadap penyandang disabilitas. Sehingga dengan dukungan dan perhatian tersebut, memberikan ruang dan peluang kepada penyandang disabilitas untuk mengikis dan merubah stigma negative masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
“Kalau kita bicara konteks daerah, luar biasa perhatiannya Pemerintah Daerah Sumbawa, terhadap teman-teman disabilitas. Dari 93 saya berjuang bersama teman-teman, Alhamdulillah mulai dilirik oleh pemerintah itu, mulai 2017. Pemerintah kabupaten sumbawa membuka ruang, membuka mata untuk kita, dan melihat bahwa kami ada. Kita sudah ada bis disabilitas, dan lainnya,” kata Baiq Hadijah, usai acara puncak peringatan hari disabilitas Internasional, Selasa (07/12).
Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun telah keliling ke berbagai daerah, termasuk kabupaten/kota di NTB dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyandang disabilitas. “Saya keliling NTB. Alhamdulillah, ternyata pemerintah kita, Kabupaten Sumbawa ini luar biasa perhatiannya terhadap penyandang disabilitas,” jelasnya.
Disebutkan, penyandang disabilitas Kabupaten Sumbawa telah membangun kerjasama dengan berbagai panti disabilitas di luar daerah, seperti Pulau Bali dan Pulau Jawa. Dan salah satu dukungan Pemda Sumbawa, yakni memberikan uang saku terhadap penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan di panti luar daerah.
“Kita ada program pengiriman adik-adik disabilitas kita untuk mengikuti pelatihan disana. Hanya kita yang menganggarkan uang saku adik-adik kita untuk pelatishan selama satu tahun di Bali maupun Solo. Nah sejak kita bekerjsama, pemerintah dareah sudah menganggarkan untuk uang saku teman-teman disabilitas,” ungkapnya.
Sedangkan untuk akses pendidikan, sejauh ini telah telah dibuka akses bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan di sekolah umum seperti SMPN 3 Sumbawa Besar, dan SMPN 2 Kecamatan Alas. Selain pendidikan di sekolah khusus seperti Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 1 Sumbawa Besar.
Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan pada hari puncak peringatan hari disabilitas internasional tersebut, diawali dengan berbagai kegiatan sejak 3 Desember lalu. “Rangkaian-rangkaian kegiatan kami, dari tanggal 3 desember, itu hari disabilitas internasionalnya. Dan kegiatan kami tanggal 3 itu, ada jalan sehat yang diikuti oleh seluruh instansi dan 100 lebih penyandang disabilitas. Ada donor darah, ada pijat gratis, dan juga ada talkshow. Dan hari ini adalah puncaknya,” tuturnya.
Dijelaskan, seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, termasuk persiapan dilakukan sepenuhnya oleh penyandang disabiltas. Dan dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tersebut, penyandang disabilitas berkomitmen untuk merubah stigma negative masyarakat tentang penyandang disabilitas.
“Stigma masyarakat tentang kami bahwa kami tidak bisa melakukan apa-apa, teman-teman disabilitas tidak bisa berbuat apa-apa, akan menjadi beban keluarga. Dan kami akan membuktikan, bahwa kami bisa. Jadi kami ingin membuktikan bahwa stigma itu, keliru. Kami ingin merubah stigma masyarakat, bahwa penyandang disabilitas itu tidak bisa berbuat apa-apa. Itulah tujuan kami,” jelasnya. (Using)

















