Home Berita Olah Raga FIFA di Tengah Badai: UEFA, AFC, dan CONCACAF Serukan Investigasi Independen

FIFA di Tengah Badai: UEFA, AFC, dan CONCACAF Serukan Investigasi Independen

Sumbawanews.com,- Pada 10 Agustus 2026, tiga konfederasi sepak bola terbesar dunia—UEFA, AFC, dan CONCACAF—secara bersama-sama mengeluarkan pernyataan keras menentang kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Mereka menolak rencana FIFA untuk membuka investasi swasta dalam kompetisi global, termasuk Piala Dunia, dan menuntut investigasi independen atas tata kelola organisasi yang dinilai semakin otoriter. Dalam surat bersama itu, ketiga konfederasi menegaskan bahwa sepak bola bukan milik individu mana pun, dan kepemimpinan harus berorientasi pada kepentingan kolektif, bukan penguasaan pribadi.

Surat tersebut menjadi puncak ketegangan yang telah memanas sejak pekan lalu, setelah pertemuan darurat FIFA di Maroko hanya dihadiri oleh satu pejabat terpilih. UEFA, AFC, dan CONCACAF menyebut kondisi itu sebagai indikasi serius kegagalan proses demokratis dalam pengambilan keputusan FIFA. Mereka menolak agar investigasi dilakukan oleh badan dalam lingkup FIFA, dan menekankan bahwa kekuatan sepak bola dunia terletak pada persatuan, bukan sentralisasi kekuasaan.

Kritik ini datang di tengah terbelahnya dukungan di tubuh FIFA. Meski sejumlah konfederasi seperti CAF dan negara-negara Amerika Selatan—Argentina, Paraguay, Ekuador, dan Bolivia—masih solid mendukung Infantino, serta Meksiko yang tetap berada dalam CONCACAF tetap menyatakan kesetiaannya, tekanan dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara semakin mengguncang legitimasi kepemimpinannya. Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, bahkan secara terbuka meminta Infantino mundur, dan dianggap sebagai salah satu calon pengganti potensial.

FIFA sendiri merespons dengan pernyataan tegas, menuduh adanya upaya terkoordinasi untuk melemahkan organisasi, dan menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan hanya bisa dilakukan melalui prosedur statuta yang demokratis. Namun, laporan tentang pembayaran kontroversial kepada mantan karyawan UEFA saat Infantino masih menjabat sebagai sekretaris jenderal terus menjadi bahan perdebatan, meski ia membantah dan FIFA menyebutnya tidak berdasar.

Saat ini, sekitar 70 dari 211 asosiasi anggota FIFA masih mendukung Infantino, tetapi lebih dari selusin asosiasi telah menarik dukungan atau menyatakan tidak akan memilihnya. Di dalam konfederasi yang mengkritiknya pun, tidak semua anggota sepakat—beberapa negara Asia dan anggota CONCACAF tetap berpihak padanya. Dengan pemilihan presiden FIFA yang semakin dekat, perseteruan ini bukan sekadar konflik internal, melainkan ujian terberat bagi masa depan kepemimpinan Infantino dan arah masa depan sepak bola global.

Previous articleKejagung Periksa Tujuh Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Next articleAbdul El-Sayed Berharap Obama Ikut Berkampanye untuknya