Sumbawanews.com,- Pada 23 Agustus 1856, Eunice Foote, ilmuwan amatir asal Amerika Serikat, mengungkap bahwa karbon dioksida dan uap air mampu menyerap dan menahan panas lebih besar daripada gas lainnya—temuan yang menjadi dasar pemahaman modern tentang efek rumah kaca. Hasil penelitiannya yang berjudul “Circumstances Affecting the Heat of the Sun’s Rays” disampaikan oleh rekan laki-lakinya, Joseph Henry, di pertemuan American Association for the Advancement of Science di Albany, New York, karena Foote sebagai perempuan tidak diizinkan mempresentasikan karyanya sendiri. Eksperimennya dilakukan dengan menggunakan tabung silinder dan pompa udara, mengukur perubahan suhu di bawah sinar matahari. Tiga tahun kemudian, fisikawan Irlandia John Tyndall mengeluarkan penelitian serupa yang lebih canggih dan mendapat pengakuan luas, sementara kontribusi Foote hampir terlupakan hingga kembali ditemukan oleh akademisi pada 2011.















