Sumbawanews.com,- Ketua Umum PSSI dan Menteri BUMN Erick Thohir secara resmi membuka putaran final Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 di JEC Soccer Field, Bantul, Yogyakarta, pada 8 Juli 2026. Acara yang berlangsung hingga 12 Juli tersebut mempertemukan 32 tim juara regional dari seluruh provinsi, termasuk FBS Nusantara dari Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, dan Perspin dari Pinrang, sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola berbasis akar rumput secara menyeluruh. Thohir menegaskan bahwa keberhasilan timnas Indonesia di masa depan, termasuk target kualifikasi Piala Dunia 2030, bergantung pada fondasi kuat yang dibangun sejak usia dini melalui kompetisi berstandar FIFA dan PSSI. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bola simbolis, menandatangani prasasti, dan melempar bola pertama sebagai tanda dimulainya putaran nasional yang diharapkan menjadi wadah bagi bakat-bakat muda dari pelosok negeri untuk berkembang.
Thohir menekankan bahwa pembangunan sepak bola Indonesia bukanlah tanggung jawab individu, melainkan hasil sinergi seluruh stakeholder, termasuk masyarakat, pemerintah, dan klub lokal. “Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama,” ujarnya. “Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar.” Ia menambahkan bahwa mimpi besar itu hidup dalam keseharian—dalam latihan, perjuangan, dan keyakinan anak-anak yang bermain di lapangan-lapangan kecil seperti JEC Soccer Field. Festival ini menjadi bagian integral dari visi PSSI untuk menciptakan generasi pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki karakter dan disiplin sejak dini, sejalan dengan standar internasional.













