Home Berita Dua Perusahaan Kelistrikan MoU dengan LLK Sumbawa

Dua Perusahaan Kelistrikan MoU dengan LLK Sumbawa

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dua perusahaan yang bergerak dibidang kelistrikan, yakni PT.Intek dan PT.Haleindo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UPTD Loka Latihan Kerja (LLK). Panandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa.

“Tadi kita menjalin kesepakatan penempatan dengan PT.Intek bergerak dibidang pemeriksaan dan pengujian lnstalasi listrik di wilayah NTB. Dan PT.Haliendo bergerak dipemasangan baru PLN,” kata M.Yakub, Plt. Kepala UPTD LLK Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya Senin (14/02).

Diungkapkan, dengan MoU yang telah ditandatangani tersebut, kedua perusaan akan menampung lulusan pelatihan LLK yang digelar sejak hari ini. Namun bila kebutuhan perusahaan lebih besar dari jumlah peserta, maka LLK akan mengusulkan alumni kelistrikan LLK Sumbawa.

“Nanti penempatannya itu peserta dari kejuruan listrik. Misalnya nanti kebutuhannya tidak tercover oleh yang pelatihan ini, maka kita akan panggil yang alumni. Karena alumni kita itu, sudah ada by name, by addres,” jelasnya.

Upaya-uapaya untuk menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penempatan tersebut merupakan bentuk untuk mengejar visi-misi Kabupaten Sumbawa. “Kami tahun ini, pelatihan kita itu berbasis kompetensi dan penempatan. Jadi kami akan bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk penempatan peserta. Ini untuk percepatan visi-misi sumbawa gemilang berkeadaban,” tuturnya.

Disebutkan, Senin (14/02) UPTD LLK Kabupaten Sumbawa memulai pelatihan untuk 7 paket pelatihan. Antara lain Listrik, Pengolahan Hasil Pertanian (PHP), menjahit, mekanik motor injeksi, basic office, tata boga dan design grafis, dengan total peserta sebanyak 112 orang.

Dikatakan, setelah dilakukan pelatiha, nantinya peserta akan menjalani uji kompetensi oleh Badan Sertifikasi dan Profesi. “Kita harapkan peserta untuk serius dan disiplin, karena didunia industry itu semua sangat membutuhkan sertifikasi dan ahli dibidangnya,” tegasnya.

Selain itu, untuk memenuhi tuntutan dunia kerja dan industry, UPTD LLK Sumbawa juga akan menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Paket Las G6. Dan peserta yang dapat mengikuti pelatihan tersebut, musti telah memiliki sertifikat kompetensi Las G3.

“PBK 2022 yang menggunakan anggaran APBN, kita membuka pelatihan las 3g. sedangkan untuk anggaran apbd nanti kita yang 6G. Jadi dalam perekrutannya itu nanti, skemannya yang ikut sudah mempunya sertifikat 3G, baru ke 6G. karena 3G pelatihannya itu dari dasar, kalau 6G itu tingkat yang sudah tinggi. Tambang dan industry perminyakan. Seiring kita ada smelter, persiapan,” ucapnya. (Using)

Previous articleBPN Akan Ukur 4.500 PBT dan 10.330 SHAT di 12 Desa
Next articleDanrem 174 Merauke Brigjen TNI E. Reza Pahlevi Kunjungi Pos Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.