Sumbawanews.com,- Perusahaan rintisan Amerika Serikat, Tornyol, yang didukung Y Combinator, berhasil mengembangkan drone mikro berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi dan menembak jatuh serangga di udara. Drone seberat 40 gram ini menggunakan mikrofon ponsel pintar, sensor ultrasonik, dan perangkat lunak khusus untuk melacak nyamuk berdasarkan tanda suara Doppler khas dari gerakan sayapnya. Pada 14 Juli, tim Tornyol memperlihatkan video pertama kali drone berhasil menembak jatuh seekor ngengat dalam uji coba terkendali. Tujuan jangka panjang perusahaan adalah mengerahkan kawanan drone untuk membersihkan satu kilometer persegi area perkotaan dari nyamuk penghisap darah, dengan target penurunan biaya pemberantasan hingga 100 kali lipat dibanding metode konvensional.















