Sumbawanews.com,- SCU Torreense, klub divisi dua Liga Portugal, mencatat sejarah dengan menjuarai Piala Portugal 2025-2026 dan langsung melangkah ke Liga Europa 2026-2027, lalu memenangi laga pembuka mereka dengan kemenangan 2-1 atas Lillestrom di kandang lawan. Keberhasilan tim yang berasal dari kota Torres Vedras itu menjadi fenomena langka dalam sejarah sepak bola Eropa, mengingat mereka bukan hanya lolos dari kasta kedua, tetapi mengalahkan tim-tim elit di dalam negeri hingga menembus final Piala Portugal.
Torreense memulai perjalanan epik mereka di babak kedua Piala Portugal, mengalahkan Tirsense—klub divisi empat—dengan skor 2-1. Di babak ketiga, mereka menundukkan sesama tim divisi dua, Oliveirense, lewat adu penalti 5-4 setelah bermain imbang 1-1. Babak keempat menjadi ujian ketahanan mental saat mereka menang 1-0 atas Lusitania Lourosa, tim selevel mereka. Kejutan besar terjadi di babak kelima: Torreense menghentikan Casa Pia, wakil Superliga, dengan skor 2-1. Di perempatfinal, mereka menyingkirkan Uniao de Leiria 3-1, memperkuat narasi bahwa mereka bukan sekadar kebetulan.
Di semifinal, Torreense menghadapi Fafe—klub divisi tiga—dalam pertandingan yang menandai anomali sejarah: untuk pertama kalinya, dua tim dari luar divisi utama bertemu di semifinal Piala Portugal. Sementara FC Porto dan Sporting Lisbon saling berhadapan, Torreense berhasil menang dan melaju ke final, mengalahkan tim-tim besar yang jauh di atas mereka dalam hierarki liga. Mereka akhirnya menjadi juara Piala Portugal 2025-2026, mengamankan tiket langsung ke Liga Europa 2026-2027.
Di kompetisi Eropa, Torreense kembali mengejutkan. Pada matchday pertama, mereka bertandang ke Norwegia dan menang 2-1 atas Lillestrom, menjadi tim pertama dari divisi dua yang memenangi laga pembuka Liga Europa sejak sistem kompetisi modern diberlakukan. Kemenangan ini tidak hanya membangkitkan semangat suporter kecil mereka, tetapi juga memaksa seluruh Eropa memandang Torreense sebagai kekuatan yang tak bisa diabaikan.
Dengan prestasi ini, Torreense menjadi simbol keajaiban sepak bola: sebuah klub kecil yang membuktikan bahwa ambisi, disiplin, dan keberanian bisa mengalahkan hierarki. Mereka bukan hanya peserta—mereka adalah pahlawan dongeng yang nyata.















