Home Berita Olah Raga Didier Deschamps Tinggalkan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 Usai Ibunda Meninggal

Didier Deschamps Tinggalkan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 Usai Ibunda Meninggal

Sumbawanews.com,- Timnas Prancis menjalani laga penutup fase grup Piala Dunia 2026 tanpa sosok pelatih kepala mereka, Didier Deschamps, yang memilih meninggalkan tim demi mengurus duka mendalam atas wafatnya ibunda tercinta. Keputusan itu diambil menjelang laga kontra Norwegia pada Jumat, 27 Juni 2026, di mana Les Bleus tampil tanpa arahan langsung dari sang pelatih yang telah memimpin tim sejak 2012.

Deschamps, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-57, tidak hadir di bangku cadangan saat Prancis menghancurkan Norwegia dengan skor telak 4-1. Kehilangan figur sentral di sisi teknis tidak menggoyahkan semangat skuad, yang tetap tampil gemilang di bawah kendali asisten pelatih Guy Stéphan. Kemenangan itu menutup catatan sempurna Prancis di Grup I: tiga kemenangan, 10 gol dicetak, dan hanya satu kebobolan.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) berencana memberi penghormatan kepada almarhumah ibu Deschamps dengan mengenakan ban hitam di lengan para pemain dan menggelar mengheningkan cipta sebelum laga. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh FIFA, yang menyatakan bahwa momen hening yang diadakan sebelum pertandingan sebenarnya ditujukan untuk korban gempa bumi mematikan di Venezuela, bukan sebagai simbol duka pribadi.

Meski tak bisa berada di sisi lapangan, Deschamps tetap menjadi roh di balik keberhasilan tim. Para pemain, termasuk Kylian Mbappé dan Randal Kolo Muani, mengungkapkan rasa hormat dan dukungan emosional kepada sang pelatih melalui pesan pribadi dan gesture di lapangan. Kemenangan 4-1 atas Norwegia, yang diwarnai hat-trick cepat oleh Ousmane Dembélé, menjadi bentuk penghormatan terselubung bagi sosok yang telah membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 dan menjadi runner-up di Piala Dunia 2022.

Deschamps, yang masih menjabat sebagai pelatih kepala timnas hingga akhir turnamen, berencana kembali bergabung dengan tim menjelang babak gugur, setelah menyelesaikan urusan keluarga. Ia dikenal sebagai salah satu figur paling tenang dan berwibawa dalam sejarah sepak bola Prancis—seorang kapten yang pernah memimpin timnya meraih trofi Piala Dunia, kini menghadapi ujian paling pribadi dalam karier kepelatihannya.

Dengan Prancis sebagai juara grup dan berstatus salah satu favorit juara, kehadiran Deschamps di pinggir lapangan di babak selanjutnya akan menjadi momen emosional yang ditunggu-tunggu—bukan hanya oleh para pemain, tapi juga jutaan penggemar yang menghargai keteguhan hatinya, baik di atas maupun di luar lapangan.

Previous articleBarcelona Incar Julian Alvarez, Pedri Terbuka Mendukung
Next articleIran Sebut Dizalimi AS Jelang Laga Penentu Lawan Mesir