Home Berita Internasional Dedolarisasi Menggema, Putin Ajak ASEAN Pakai Mata Uang Lokal

Dedolarisasi Menggema, Putin Ajak ASEAN Pakai Mata Uang Lokal

Sumbawanews.com,- Presiden Rusia Vladimir Putin secara terbuka mendesak negara-negara ASEAN untuk segera beralih dari transaksi berbasis dolar AS ke mata uang nasional masing-masing, dalam upaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat. Seruan ini disampaikan Putin usai KTT Rusia-ASEAN di Kazan, Rusia, Kamis (19/6/2026), yang dihadiri seluruh pemimpin negara anggota blok Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Dalam pidatonya, Putin menekankan bahwa pergeseran ini bukan sekadar strategi finansial, melainkan kebutuhan strategis di tengah ketidakstabilan geopolitik global. “Penting untuk beralih dari transaksi keuangan dalam dolar ke mata uang nasional,” ujarnya, mengacu pada kesepakatan para peserta KTT untuk meningkatkan volume dan kualitas perdagangan bilateral. Langkah ini, menurutnya, akan mempercepat efisiensi transaksi, mengurangi biaya konversi, dan melindungi ekonomi dari tekanan sanksi eksternal yang selama ini menghambat akses ke sistem perbankan global.

Rusia, yang telah lama mengurangi penggunaan dolar akibat sanksi Barat pasca-invasi Ukraina, kini menjadi salah satu pionir dalam promosi sistem pembayaran berbasis mata uang lokal. Di forum ini, Putin menawarkan kerja sama teknis dan infrastruktur keuangan untuk mendukung transisi tersebut, termasuk pengembangan sistem pembayaran lintas batas yang terintegrasi antar bank sentral.

Selain perdagangan, Rusia juga berkomitmen memperluas ekspor produk bernilai tambah tinggi ke ASEAN—mulai dari pupuk, obat-obatan, hingga peralatan industri—sekaligus menjanjikan pasokan energi dan pangan yang stabil. Moskow menilai ASEAN sebagai mitra strategis dengan pertumbuhan permintaan energi yang terus melonjak, sementara Rusia tetap menjadi salah satu eksportir minyak dan gas terbesar dunia.

KTT yang berlangsung selama dua hari itu juga menghasilkan Rencana Aksi Rusia-ASEAN 2026–2030, sebuah dokumen komprehensif yang mencakup kerja sama di bidang politik, keamanan, transportasi, ekonomi digital, ilmu pengetahuan, dan energi. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan konektivitas fisik, melalui pengembangan jalur kereta api dan pelabuhan maritim yang menghubungkan Eropa dengan Asia Tenggara.

Dokumen konsep kerja sama energi pun disepakati sebagai peta jalan jangka panjang, mengingat kebutuhan energi ASEAN diproyeksikan tumbuh lebih dari 50% dalam dekade mendatang. Dengan demikian, kerja sama ini bukan hanya soal transaksi mata uang, tetapi tentang membangun arsitektur ekonomi baru yang mandiri, berkelanjutan, dan bebas dari dominasi satu mata uang.

Langkah Putin ini semakin menguatkan tren global yang kini disebut “dedolarisasi”—gerakan yang mulai diikuti oleh China, India, Brasil, dan sejumlah negara berkembang. Di Indonesia sendiri, upaya serupa telah mulai terlihat, dengan penggunaan rupiah dalam perdagangan bilateral dengan Malaysia dan Thailand yang terus meningkat, serta uji coba sistem pembayaran lintas batas berbasis rupiah di Hong Kong.

Dengan KTT ini, Rusia tidak hanya memperdalam hubungan ekonomi dengan ASEAN, tetapi juga menawarkan alternatif sistem keuangan global yang lebih inklusif—sebuah sinyal kuat bahwa dominasi dolar AS sebagai mata uang dominan dunia mulai goyah, dan masa depan perdagangan internasional akan semakin beragam, berbasis kekuatan ekonomi regional.

Previous articleKetua Yayasan MBG Ditetapkan sebagai Tersangka
Next articleMNC Peduli dan MNC Tourism Edukasi Gizi di Sukabumi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.