Sumbawanews.com,- Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menghadapi tekanan semakin berat setelah timnya gagal mencetak gol dalam empat pertandingan pembuka Liga Primer Inggris musim ini. Spurs hanya mengumpulkan dua poin dari empat laga — imbang melawan Everton dan Newcastle United, serta kalah dari Nottingham Forest dan Brentford — dan menjadi satu dari dua tim di liga yang belum mencetak satu pun gol, bersama Coventry City.
Alan Hutton, mantan bek Tottenham, memperingatkan bahwa posisi De Zerbi berisiko terancam jika performa tim tidak segera membaik. Ia menyoroti realitas keras di Liga Primer: manajer sering hanya diberi sekitar 10 pertandingan untuk memperbaiki keadaan, dan jika gagal, mereka akan dipecat. “Manajer di Liga Primer terkadang hanya diberi waktu sekitar 10 pertandingan untuk membenahi banyak hal, dan jika tidak berhasil, maka Anda akan pergi,” ujar Hutton.
Tottenham menjadi tim kedua dalam sejarah Liga Inggris yang gagal mencetak gol dalam empat laga pembuka musim, setelah Crystal Palace pada 2017-18. Meski finis di posisi ke-17 dua musim berturut-turut, ekspektasi klub dan suporter tetap tinggi — mereka diharapkan bersaing di papan atas, mengejar trofi, dan tampil di kompetisi Eropa. De Zerbi sendiri menandatangani kontrak lima tahun menjelang akhir musim lalu, menunjukkan komitmen jangka panjang klub. Namun, ia harus menghadapi badai cedera: Xavi Simons, Dejan Kulusevski, dan James Maddison masih absen, meski Simons dikabarkan bisa kembali fit untuk laga melawan Aston Villa.
Hutton mengakui adanya investasi besar dan banyak pemain baru di skuad, yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Tapi ia yakin, dengan kualitas pemain yang dimiliki, Tottenham seharusnya tidak berada di dekat dasar klasemen.















