Sumbawanews.com,- Keputusan memeluk Islam bagi sejumlah pesepak bola bukan sekadar perubahan keyakinan, tapi titik balik yang membawa keberkahan dalam karier profesional mereka. Paul Pogba, Cristian Gonzales, dan Eric Abidal adalah tiga dari sekian banyak pemain yang mencapai puncak kejayaan setelah mengucap syahadat—dengan prestasi yang tak terpisahkan dari perjalanan spiritual mereka.
Paul Pogba, pemain asal Prancis, resmi menjadi mualaf di usia 20 tahun setelah menemukan ketenangan dalam ibadah salat. Setelahnya, karier sang gelandang melesat: ia meraih empat gelar Serie A berturut-turut bersama Juventus, trofi Liga Europa bersama Manchester United, dan puncaknya, menjadi bagian dari timnas Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018. Di另一边, Cristian Gonzales, penyerang kelahiran Uruguay, memeluk Islam pada 9 Oktober 2003 setelah menikahi wanita Indonesia, Eva Nurida Siregar, dan mengganti namanya menjadi Mustafa Habibi. Setelah dinaturalisasi, ia mendominasi liga domestik dengan menyabet gelar top scorer Liga Indonesia tiga musim berturut-turut (2005, 2006, dan 2007–2008), sekaligus membawa Persik Kediri meraih gelar juara pada 2006. Sementara itu, Eric Abidal, bek kiri andalan Timnas Prancis, memutuskan memeluk Islam pada 2007—keputusan yang ia tegaskan murni hasil pencarian pribadi, bukan karena pernikahan dengan Heyet Kebir. Puncak kejayaannya tercapai saat membela Barcelona di bawah asuhan Pep Guardiola, di mana ia menjadi tulang punggung tim yang meraih sextuple pada musim 2009–2010, mengoleksi enam trofi bergengsi dalam satu musim.
Perjalanan spiritual mereka bukan hanya mengubah identitas, tapi juga mengantarkan mereka ke puncak sejarah sepak bola dunia—bukti bahwa iman bisa menjadi kekuatan tak terlihat yang mengubah takdir.















