Sumbawanews.com,- Pascaerupsi besar Gunung Anak Krakatau, muncul daratan baru di perairan sekitarnya, memicu spekulasi apakah itu gunung api baru atau sekadar endapan vulkanik. Ahli geologi dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Daryono, menjelaskan bahwa daratan tersebut bukanlah struktur vulkanik independen, melainkan akumulasi material erupsi—berupa abu, batuan, dan lava—yang mengendap bertahap di dasar laut dangkal Selat Sunda. Proses ini dipengaruhi oleh dinamika arus laut dan gelombang yang membawa sedimen ke area tenang, hingga membentuk permukaan yang menyembul ke atas air. Keberadaannya masih dinamis: jika erupsi berlanjut, daratan bisa membesar dan mengeras akibat lava yang membeku; namun jika aktivitas vulkanik reda, abrasi dan longsor bawah laut berpotensi menghancurkannya kembali.














