Home Berita Olah Raga Como 1907 Guncang Eropa, Hartono Bersaudara Ubah Wajah Sepak Bola Italia

Como 1907 Guncang Eropa, Hartono Bersaudara Ubah Wajah Sepak Bola Italia

Sumbawanews.com,- Como 1907 mencatat sejarah dengan debut gemilang di UEFA Champions League, mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada Jumat (11/9) dini hari WIB, menjadi momen paling berarti sejak akuisisi klub oleh Hartono bersaudara pada 2019. Meski berbasis di kota kecil tepi Danau Como dengan basis penggemar lokal terbatas, klub ini justru membangun jaringan global lewat strategi pemasaran dan branding yang agresif. Mirwan Suwarso, presiden klub sekaligus orang kepercayaan keluarga Hartono, menegaskan bahwa kekuatan sepak bola Italia bukan pada uang, tapi pada sejarah, seni, makanan, dan gairah yang tak tergantikan. Ia meyakini tim-tim kecil seperti Lecce atau Salerno punya potensi besar untuk bangkit, asalkan dikelola dengan visi yang menghargai identitas lokal dan daya tarik budaya.

Debut di pentas tertinggi Eropa ini bukan sekadar keberhasilan olahraga, tapi simbol bangkitnya semangat sepak bola Italia yang selama ini terpinggirkan oleh dominasi Liga Inggris dan Spanyol. Dengan pelatih Cesc Fabregas yang memimpin tim, Como menunjukkan bahwa keberanian dan strategi bisa mengimbangi keunggulan finansial lawan. Mirwan menekankan, “Kami tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi tentang siapa kami sebagai manusia, siapa kami sebagai sebuah tempat.” Pendekatan ini menjadikan Como lebih dari sekadar klub — ia menjadi representasi harapan bagi tim-tim kecil di Italia untuk bangkit tanpa harus meniru model besar.

Kemenangan 4-1 atas Leipzig bukan hanya hasil, tapi bukti bahwa transformasi yang dimulai sejak 2019 telah membuahkan hasil nyata. Dengan fokus pada komunikasi global dan identitas budaya, Como kini menjadi contoh baru: klub yang menang bukan karena dana melimpah, tapi karena kepercayaan pada nilai-nilai yang autentik.

Previous articleTiga Talenta Papua Dipanggil ke TC Timnas U-16, Siap Berlaga di Piala Asia 2028
Next articlePersija vs Persib: Atmosfer SUGBK Jadi Kunci Kemenangan