Sumbawanews.com,- Chelsea memberikan akses Stamford Bridge kepada Shakhtar Donetsk sebagai kandang sementara mereka di Liga Champions musim ini, menyusul ketidakmungkinan bermain di Ukraina akibat konflik berkepanjangan sejak 2014. Keputusan ini diumumkan pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, setelah klub asal London itu gagal lolos ke kompetisi Eropa setelah finis di posisi ke-10 Premier League musim lalu. Shakhtar, yang telah mengungsi dari Donbas Arena selama lebih dari satu dekade, memilih London sebagai basis operasionalnya karena keberadaan komunitas diaspora Ukraina yang besar di Inggris.
Chelsea menyatakan komitmen penuh untuk mendukung Shakhtar dalam menyelenggarakan laga kandang dengan aman dan lancar, termasuk koordinasi logistik dan keamanan bersama pihak berwenang lokal dan UEFA. “Shakhtar telah bertanding di berbagai negara di Eropa dan kami menantikan kehadiran mereka di London untuk kiprah mereka di Liga Champions tahun ini,” demikian pernyataan resmi Chelsea. Shakhtar pun menyambut hangat kesempatan langka ini, menyebut Stamford Bridge sebagai salah satu stadion paling ikonik di dunia dengan atmosfer yang tak tertandingi. “Memainkan laga kandang di sini adalah kesempatan istimewa. Kami yakin pertandingan-pertandingan ini akan menciptakan pengalaman emosional yang tak terlupakan bagi para pendukung Ukraina maupun Inggris,” ujar perwakilan klub Ukraina itu.
Dengan status kandang sementara di Stamford Bridge, Shakhtar kini menunggu persetujuan final dari otoritas lokal dan UEFA sebelum laga pertama mereka di kompetisi Eropa resmi digelar. Kehadiran mereka di London bukan hanya soal logistik olahraga, tetapi juga simbol solidaritas global terhadap bangsa yang terus bertahan di tengah krisis.















