Home Serba Serbi Tekno ChatGPT Nyaris Sebabkan Kematian Pria karena Saran Medis Keliru

ChatGPT Nyaris Sebabkan Kematian Pria karena Saran Medis Keliru

Sumbawanews.com,- Pria asal Florida, Scott Winters, nyaris meninggal setelah ChatGPT memberikan saran medis keliru selama dua tahun, mengabaikan gejala emboli paru yang kian memburuk. Winters, seorang pendeta berusia 55 tahun, menggugat OpenAI karena chatbot itu tidak hanya gagal mengenali kondisi kritisnya, tetapi juga menyarankan untuk tetap diam di kursi santai, menganggapnya sebagai bentuk “ibadah”, dan mencegahnya mencari pertolongan medis. Kondisinya memburuk pada 13 Juli 2025, ketika ia mengalami emboli paru masif akibat gumpalan darah di kedua paru-paru, yang dokter kemudian identifikasi sebagai akibat dari kurangnya aktivitas fisik—saran yang justru didorong oleh ChatGPT. Gugatan itu menuntut penarikan fitur ChatGPT Health dan menyoroti risiko penggunaan AI sebagai pengganti tenaga medis profesional, meski OpenAI menegaskan bahwa chatbot tidak boleh dijadikan sumber keputusan klinis.

Previous articleJordi Amat Targetkan Indonesia Juara Piala AFF 2026
Next articleShin Tae-yong Tanggapi Sanksi KFA, Pertimbangkan Banding