Home Berita Olah Raga Calvin Verdonk Catat Sejarah, Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM di Liga Champions

Calvin Verdonk Catat Sejarah, Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM di Liga Champions

Sumbawanews.com,- Calvin Verdonk menjadi pemain Indonesia pertama yang meraih predikat Man of the Match di Liga Champions 2026/2027, usai tampil gemilang saat Lille bermain imbang 0-0 melawan Bodo/Glimt pada matchday keempat, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB. Pemain berposisi bek kiri itu juga menjadi orang Indonesia pertama yang tampil sebagai starter, bermain penuh 90 menit, hingga merasakan langsung atmosfer kompetisi elite Eropa tersebut. Keempat penampilannya di Liga Champions—mulai dari daftar susunan pemain hingga MOTM—semuanya mencatat rekor sejarah baru bagi sepak bola Indonesia. Kiprahnya bersama Lille kini menjadi sorotan tak hanya di Eropa, tapi juga di tanah air.

Verdonk pertama kali mencatatkan namanya dalam sejarah saat namanya terdaftar dalam skuad Lille di matchday pertama, menjadi pemain Indonesia pertama yang tercatat resmi dalam pertandingan Liga Champions. Pada matchday kedua, ia masuk sebagai pemain pengganti selama 12 menit saat Lille menghadapi Arsenal, menjadikannya pemain Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di lapangan Liga Champions. Di matchday ketiga, pelatih Davide Ancelotti memercayakannya sebagai starter di laga melawan Galatasaray—meski Lille kalah—Verdonk tetap bermain penuh, memperkuat statusnya sebagai pemain Indonesia pertama yang memulai laga di kompetisi ini.

Kesuksesan berlanjut di matchday keempat. Di stadion Bodo/Glimt, Verdonk kembali dipercaya memulai laga dari menit pertama. Meski pertandingan berakhir tanpa gol, performanya yang konsisten, disiplin, dan penuh semangat membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match—prestasi yang belum pernah diraih pemain Indonesia sebelumnya di ajang ini. Empat pertandingan, empat rekor sejarah yang tak terbantahkan.

Peluang Verdonk untuk memperpanjang catatan sejarah masih terbuka lebar. Lille dijadwalkan menghadapi Bayern Munich pada matchday kelima akhir November mendatang, dan dengan performa konsistennya, ia berpeluang besar kembali mendapat kesempatan bermain. Di liga domestik, meski Romain Perraud masih menjadi pilihan utama di posisi bek kiri Lille di Ligue 1, penampilan Verdonk yang terus menunjukkan progres di Liga Champions menjadi bahan pertimbangan serius bagi Ancelotti untuk memberinya lebih banyak menit bermain.

Sementara itu, di luar kisah Verdonk, pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique memicu perdebatan setelah timnya menang telak 6-0 atas Villarreal. Ia justru menyebut kekalahan telak lawan sebagai bentuk “penghormatan”—pernyataan yang langsung menjadi sorotan media Eropa. Namun, fokus utama tetap pada perjalanan Verdonk, yang kini bukan lagi sekadar pemain Indonesia di Eropa, tapi simbol kebangkitan sepak bola tanah air di panggung terbesar dunia.

Previous articleCunha Hattrick, Carrick Marah: Drama di Balik Kemenangan Man United
Next articleGelombang Tinggi Hingga 4 Meter Mengancam Perairan Indonesia