Sumbawanews.com,- Manchester United meraih kemenangan dramatis 3-2 atas AS Roma di Old Trafford pada Rabu (4/11/2026) dini hari, mengakhiri tren tanpa kemenangan di Liga Champions 2026-2027. Bruno Fernandes membuka skor lewat penalti di menit ke-78, sebelum Matheus Cunha menyulap kekalahan menjadi kemenangan dengan dua gol di menit ke-83 dan ke-86. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Setan Merah di fase grup musim ini.
Namun, sorotan tak hanya pada gol-gol spektakuler Cunha. Pemain asal Brasil itu langsung mendapat kartu kuning setelah melepas jersey dalam perayaan gol kedua. Tiga menit kemudian, ia menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap Leonardo Balerdi, sehingga dinyatakan keluar dari lapangan. Meski sudah dikeluarkan, Cunha tetap berada di pinggir lapangan dan bahkan berlari masuk ke tengah lapangan setelah peluit panjang berbunyi untuk merayakan kemenangan bersama rekan dan suporter.
Pelatih Michael Carrick langsung menghampiri, mencengkeram lengan Cunha, dan memerintahkan pemainnya untuk segera meninggalkan area pertandingan. Aksi itu terlihat jelas dalam rekaman video yang beredar, memperlihatkan ketegangan antara pelatih dan pencetak gol kemenangan. Menurut laporan dari Give Me Sport, Cunha tampak kecewa saat dipaksa pergi sebelum perayaan selesai.
Tindakan Carrick diduga punya dua dimensi. Pertama, sebagai bentuk kekecewaan atas kecerobohan Cunha yang membuatnya dipastikan absen di laga berikutnya melawan Sporting CP pada 26 November. Kedua, sebagai upaya melindungi pemain dari sanksi lebih berat dari UEFA. Pasalnya, Aturan 12 IFAB jelas menyatakan bahwa pemain yang menerima kartu merah wajib meninggalkan area pertandingan dan dilarang kembali ke lapangan, bahkan setelah pertandingan usai. Meski sudah diarahkan oleh pelatih, Cunha tetap berisiko mendapat hukuman tambahan dari otoritas kompetisi.
Kemenangan ini menyelamatkan Carrick dari tekanan pemecatan, sekaligus menegaskan bahwa Manchester United masih punya harapan di fase grup. Namun, konflik internal di balik kemenangan ini menjadi bahan diskusi panas di kalangan penggemar dan analis.















