Sumbawanews.com,- Pada 9 September 2002, astronaut Buzz Aldrin meninju seorang pria yang menuduhnya berbohong tentang misi Apollo 11. Insiden itu terjadi di luar Hotel Luxe di Beverly Hills, California, ketika Aldrin, yang saat itu berusia 72 tahun, tengah berjalan bersama kru dokumenter. Pria bernama Bart Sibrel, yang dikenal sebagai penggagas teori konspirasi pendaratan Bulan, mendekati Aldrin sambil menuduhnya pembohong dan pencuri, serta menolak untuk menjauh meski diminta. Sibrel bahkan menodongkan Alkitab ke wajah Aldrin dan memintanya bersumpah di atas kitab suci bahwa ia benar-benar pernah menginjak Bulan. Dalam kemarahan, Aldrin langsung meninju rahang Sibrel. Rekaman kejadian itu tersebar luas. Sibrel kemudian mengajukan gugatan hukum terhadap Aldrin, tetapi pengadilan menolaknya dan menyatakan Sibrel sebagai pihak yang memicu konflik. Aldrin, yang sejak lama enggan merespons tuduhan semacam itu, menyatakan kepada Fox News bahwa para penuduh itu hanya mencari perhatian. Teori konspirasi yang menyangkal pendaratan manusia di Bulan pada 20 Juli 1969 tetap hidup, meski NASA dan para ilmuwan secara konsisten membantahnya.















