Sumbawanews.com,- Kakorlantas Polri Irjen Wibowo menyatakan, budaya tertib berlalu lintas di masyarakat Indonesia masih sangat kurang, sehingga upaya mewujudkan keselamatan jalan memerlukan kolaborasi menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan. Dalam keterangan di kantornya, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026), ia menekankan bahwa keberhasilan lalu lintas tidak bisa dicapai oleh satu institusi saja, melainkan harus melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat secara bersama-sama. Tantangan semakin berat akibat pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 5–6 persen per tahun, sementara infrastruktur jalan belum mampu mengimbanginya. Salah satu pelanggaran paling sering dikeluhkan masyarakat adalah perilaku melawan arus.
Wibowo menambahkan, peningkatan mobilitas dan perkembangan teknologi juga menuntut pelayanan lalu lintas yang lebih efektif, efisien, dan tetap menjamin keamanan pengguna jalan. Ia pun mengapresiasi capaian pendahulunya, Irjen Agus Suryonugroho, yang dianggap telah membangun fondasi kuat untuk menghadapi tantangan ke depan.















