Home Berita Nasional Bontang Mangrove Park Jadi Icon Ekowisata Nasional

Bontang Mangrove Park Jadi Icon Ekowisata Nasional

Sumbawanews.com,- Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mengangkat Bontang Mangrove Park sebagai destinasi ekowisata andalan yang menggabungkan konservasi alam, edukasi lingkungan, dan pengalaman petualangan di hutan bakau terluas di wilayah pesisir.

Dengan luas mencapai 279 hektare, kawasan ini telah berkembang pesat dari hanya 84,67 hektare pada 2002, menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal dalam memulihkan ekosistem pesisir. Wisatawan dapat menyusuri jembatan kayu ulin sepanjang 2,15 kilometer yang membentang di atas kanopi hijau lebat, tempat di mana pohon bakau jenis *Rhizophora sp* dan *Avicennia sp* tumbuh subur, sekaligus menjadi ruang kelas alam bagi pelajar dan pengunjung umum.

Di balik ketenangan hutan bakau ini, tersembunyi kekayaan hayati yang menakjubkan: bekantan, monyet ekor panjang, dan bangau tong-tong kerap terlihat bergerak lincah di antara akar-akar yang menjulang ke laut. Lebih dari sekadar atraksi wisata, jaringan akar mangrove di BMP berperan sebagai benteng alami yang secara efektif menahan abrasi pantai dan meredam kekuatan ombak laut—fungsi ekologis yang semakin krusial di tengah ancaman perubahan iklim.

Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa keberhasilan BMP bukan hanya soal jumlah pengunjung yang mencapai puluhan ribu per tahun, tetapi juga soal model pengelolaan berkelanjutan yang diakui Komisi IV DPR RI sebagai percontohan nasional. “Di sini, konservasi bukan beban, tapi sumber daya ekonomi yang bernilai tinggi,” ujarnya. Masyarakat sekitar pun turut menikmati manfaat langsung melalui peluang usaha wisata, pemandu lokal, dan produk olahan berbasis alam.

Dengan akses yang mudah dari pusat Kota Bontang, destinasi ini kini menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang mencari pengalaman alam autentik sekaligus bermakna. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen mengembangkan model serupa di kawasan pesisir lain, demi menjaga kelestarian hutan bakau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan.

Previous articleOpini: Masyarakat Lingkar Tambang Menanti Keadilan Pemberdayaan dari PT AMNT
Next articleBrake Lines Cut After Whistleblower Exposed DOGE
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik