Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyemai sebanyak 5.600 kilogram garam atau NaCl di atmosfer wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan untuk memicu hujan buatan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini dilakukan secara terkoordinasi di Riau, Jambi, Lampung, serta sejumlah provinsi lain yang memiliki potensi awan. Di Riau, dua sorti penyemaiannya mencapai 2.000 kilogram, sementara di Jambi juga dilakukan dua sorti dengan jumlah sama. Di Kalimantan Barat, satu sorti menyebarkan 800 kilogram garam, dan Lampung menjalani satu sorti tanpa rincian volume spesifik. Sementara itu, di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, operasi belum dapat dilakukan karena tidak terdeteksinya bibit awan yang memadai di atmosfer.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi ganda pemadaman karhutla, di samping operasi darat melalui kanalisasi, sumur bor, dan penyekatan sumber air. Helikopter water bombing juga terus mendukung tim darat dengan menargetkan titik api dari udara. Menurut Berton, hasil OMC telah memicu hujan ringan hingga lebat di Riau, Jambi, dan Lampung, meski tidak semua wilayah bisa dijangkau karena keterbatasan kondisi cuaca.
Di Sumatera Selatan, berdasarkan data per 29 Agustus 2026, tercatat 11 titik api dengan luas lahan terbakar 60 hektare. Sebanyak 15 hektare telah dipadamkan, sementara 45 hektare masih dalam proses penanganan. Berton menegaskan bahwa operasi pemadaman darat memberikan hasil paling signifikan dibanding metode lain, sehingga BNPB bersama pemerintah daerah akan memperkuat personel dan peralatan satgas darat.















