Home Berita BMKG : NTB Akan Masuki Musim Hujan

BMKG : NTB Akan Masuki Musim Hujan

BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, melalui Forecaster on duty Afriyas Ulfah dan Angga Permana, Senin (10/10) menyebutkan, Periode musim kemarau 2022 di wilayah NTB memasuki masa akhirnya. Memasuki masa peralihan menuju musim hujan 2022/2023, masyarakat perlu mewaspadai adanya bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, tanah lonsor dan banjir yang memiliki probabilitas lebih tinggi dibandingkan biasanya.

Serta perlu mewaspadai potensi hujan dan cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. “Tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan anda dan tetap selalu menjaga kesehatan,” ucapnya.

Disebutkan, Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Oktober 2022 didominasi kategori menengah (51 -150 mm/das) hingga tinggi (151 – 200 mm/das) kecuali wilayah Lombok bagian Utara dan Bima yang masih berada pada kategori rendah (<50 mm/das) . Curah Hujan tertinggi tercatat terjadi di Pos Hujan Mantang, Kabupaten Lombok Tengah sebesar 404 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian I Oktober 2022 di wilayah NTB semuanya berada pada kondisi Atas Normal (AN).

Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB berada pada kategori sangat Pendek (1 – 5 hari) hingga Masih ada Hujan hingga tanggal Updating. Terdapat juga wilayah dengan kategori HTH Pendek (6 – 10 hari). HTH dengan kategori Pendek terpantau terjadi di Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu dan Kecamatan Perigi, Kabupaten Lombok Timur.

Sedangkan Update Kondisi Dinamika Atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi La Nina Modarat (indeks ENSO : -0.96). BMKG memprakirakan kondisi La Nina akan terus berlangsung hingga berlangsung hingga Desember 2022 kemudian berangsur melemah menuju kondisi Netral.

Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD Negatif (-1.12), diperkirakan kondisi IOD Negatif berpotensi terus terjadi hingga Desember 2022. Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin timuran. Pola angin mirip dengan klimatologisnya. Pada bulan November 2022 monsun Asia diprediksi aktif dan mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia,lalu bulan November-Desember 2022 monsun Asia mulai aktif dan mendoominasi wilayah Inonesia.

Pergerakan MJO saat ini terpantau tidak aktif di wilayah Indonesia dan diprakirakan akan aktif akhir dasarian I Oktober 2022. Prediksi anomali OLR secara spasial menunjukkan masih adanya potensi pertumbuhan awan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga akhir dasarian Oktober II 2022. Rata-rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori hangat dan diprakirakan kondisi hangat ini akan mendominasi seluruh wilayah perairan Indonesia dan bertahan hingga November 2022.

Kemudian, Peluang curah hujan pada dasarian II Oktober 2022 dengan intensitas >20 mm/dasarian terjadi di sebagian besar wilayah NTB dengan probabilitas > 90% kecuali di sebagian kecil wilayah Lombok bagian Utara dan Sumbawa bagian Tengah yang memiliki probabilitas < 50%. Peluang curah hujan >50mm/dasarian memiliki peluang 40-70% terjadi di sebagian besar wilayah NTB. (Using)

Previous articlePenuntut Umum Limpahkan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs
Next articleCiptakan Kreasi Anak, Satgas Yonif 126/KC Berikan Ekstrakurikuler Tataboga
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.