Sumbawanews.com,- Pelatih Slaven Bilic berencana meyakinkan Luka Modric untuk menunda keputusan pensiun dari timnas Kroasia, menyusul penunjukannya sebagai pelatih kepala tim setelah tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Modric, yang telah memperkuat Kroasia selama dua dekade dengan lebih dari 200 caps, dikabarkan akan mengakhiri karier internasionalnya setelah laga melawan Spanyol di Split pada 6 Oktober mendatang. Bilic, yang sebelumnya menangani Kroasia dari 2006 hingga 2012, mengakui keberadaan Modric sebagai ikon tak tergantikan—bukan hanya karena prestasinya meraih Ballon d’Or dan membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018, tetapi juga karena sikap rendah hati dan kepribadian luar biasa yang menjadi panutan bagi seluruh pemain.
Meski menghormati keputusan pribadi Modric, Bilic menilai kehilangan sang kapten akan menciptakan jurang besar dalam struktur tim, baik dari segi pengalaman maupun kepemimpinan. Dalam wawancara dengan media Spanyol, ia menegaskan bahwa Modric bukan sekadar pemain hebat, tetapi sosok langka yang mampu menyatukan tim dengan ketenangan dan kebijaksanaan di luar lapangan. Pertandingan melawan Spanyol di Split diprediksi menjadi penutup karier internasional Modric, yang telah menyumbang 29 gol dan 32 assist dalam 20 tahun bersama timnas.
Tanpa kehadirannya, Kroasia akan memasuki era transisi yang penuh tantangan, dan Bilic berharap bisa memberikan alasan kuat agar sang legenda tetap memakai jersey biru-putih setidaknya untuk sementara waktu.















