Home Berita Olah Raga Belanda Waspadai Maroko, Bukan Favorit di Babak 32 Besar

Belanda Waspadai Maroko, Bukan Favorit di Babak 32 Besar

Sumbawanews.com,- Jakarta – Timnas Belanda tak menganggap dirinya sebagai favorit saat menghadapi Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Ronald Koeman justru mengakui kekuatan tim Afrika itu, yang dinilainya memiliki kemampuan mencetak gol yang mematikan dan mental juara yang tak bisa diabaikan.

Oranje tampil impresif di fase grup, mengunci posisi pertama Grup F dengan tujuh poin setelah menang 3-1 atas Tunisia di Stadion Monterrey, Jumat (26/6/2026) pagi WIB. Gol-gol Belanda dicetak lewat bunuh diri Ellyes Skhiri, Brian Brobbey, dan Jan van Hecke, sementara Tunisia membalas lewat Hazem Mastouri.

Kemenangan itu mengantarkan Belanda bertemu Maroko, runner-up Grup C yang juga meraih tujuh poin dengan catatan dua menang dan satu imbang. The Atlas Lions, yang pernah mencapai semifinal Piala Dunia 2022, tetap tak terkalahkan sepanjang fase grup dan dikenal sebagai tim yang tangguh secara defensif sekaligus berbahaya saat serangan balik.

“Saya tidak yakin kami adalah tim yang difavoritkan melawan Maroko,” ujar Koeman dalam konferensi pers usai laga, seperti dilansir Reuters. “Mereka adalah tim yang sangat berkualitas, punya banyak pemain berpengalaman, dan mampu mencetak gol dengan cara yang sangat efisien. Ini akan jadi pertandingan yang sangat berat.”

Koeman menekankan bahwa meski Belanda memiliki reputasi sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia, ia tak ingin terjebak dalam euforia kemenangan. “Setiap tim yang lolos ke babak gugur di Piala Dunia punya alasan kuat untuk berada di sana. Maroko bukan tim yang bisa dianggap remeh hanya karena mereka bukan juara grup.”

Belanda sendiri mempertahankan catatan tak terkalahkan sejak fase grup Piala Dunia 1994—sebuah streak yang kini memasuki 32 tahun. Namun, Koeman menegaskan, rekor itu bukan jaminan. “Sejarah tidak menang. Yang menang adalah tim yang lebih siap, lebih fokus, dan lebih haus akan kemenangan pada hari itu.”

Laga antara Belanda dan Maroko dijadwalkan berlangsung di Stadion Monterrey pada 29 Juni 2026, dengan cuaca panas dan kepadatan penonton yang diperkirakan mencapai 70.000 orang. Bagi Belanda, ini adalah ujian nyata setelah melewati fase grup tanpa kekalahan. Bagi Maroko, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kejayaan di Qatar 2022 bukan keajaiban, tapi bukti kesiapan tim yang terus berkembang.

Dengan dua tim yang sama-sama tangguh, disiplin, dan penuh tekad, pertandingan ini bukan sekadar laga babak 32 besar—tapi sebuah duel antara dua filosofi sepak bola: keindahan dan ketahanan, kekuatan dan ketajaman. Dan Koeman tahu: di Piala Dunia, yang menang bukan yang paling diunggulkan, tapi yang paling siap.

Previous articleRusia Kembali ke Pesta Bola Dunia, FIFA Buka Jalan Lewat Turnamen U-15
Next articlePersib Bandung Resmi Lepas Asisten Pelatih Fisik Miro Petric