Sumbawanews.com,- Pada Jumat dini hari WIB, Bayern Munchen membuka perjalanan Liga Champions musim ini dengan kemenangan telak atas Bodo/Glimt di Allianz Arena, mengukuhkan diri sebagai tim yang semakin berbahaya saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. Harry Kane, penyerang andalan Die Roten, mengakui bahwa kesabaran dan ketahanan mental menjadi kunci membongkar pertahanan rapat lawan, yang sempat bertahan kokoh hingga babak pertama. Gol pertama yang akhirnya tercipta menjadi titik balik, memicu ledakan intensitas dan dominasi penuh Bayern di babak kedua, yang berujung pada pesta gol.
Bodo/Glimt tampil disiplin di babak pertama, dengan blok pertahanan rapat dan serangan balik cepat yang menguji barisan belakang Bayern. Kiper tim asal Norwegia itu beberapa kali menyelamatkan gawangnya dari serangan beruntun, membuat tuan rumah kesulitan membuka keunggulan. Kane mengakui bahwa timnya tetap tenang meski peluang terus gagal dimanfaatkan. “Kami harus bersabar, tetapi saya pikir kami juga lebih baik pada babak pertama. Kiper mereka melakukan beberapa penyelamatan bagus. Kami tetap tenang dan terus menggedor,” ujar Kane kepada DAZN.
Ketika gol pertama akhirnya tercipta, suasana berubah drastis. Kepercayaan diri Bayern meledak, tempo permainan meningkat, dan tekanan berkelanjutan membuat Bodo/Glimt kehilangan keseimbangan. Kane menegaskan bahwa fenomena ini bukan kebetulan, melainkan ciri khas timnya yang semakin kuat seiring waktu berjalan. “Gol awal membantu kami. Musim lalu kami memperlihatkan bagaimana menjadi semakin kuat seiring pertandingan berjalan,” katanya.
Kontribusi Michael Olise di sayap menjadi pembeda, dengan kecepatan dan dribblingnya terus mengganggu lini belakang lawan. Bersama Kane yang menjadi poros serangan, keduanya menjadi mesin penggerak dominasi Bayern di babak kedua. Meski tidak disebutkan jumlah gol atau pencetak gol spesifik dalam sumber, fakta bahwa Bayern meraih kemenangan telak dan menguasai permainan secara mutlak setelah gol pembuka tetap menjadi inti narasi.
Identitas Bayern di bawah Vincent Kompany kini semakin jelas: tidak hanya mengandalkan serangan awal, tetapi mampu meningkatkan intensitas hingga menit-menit terakhir, membuat lawan kelelahan secara fisik maupun mental. Dengan start sempurna ini, Bayern Munchen menegaskan diri sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih gelar Liga Champions musim ini.















