Sumbawanews.com,- Fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir, membuka jalan bagi babak gugur yang penuh ketegangan. Sebanyak 32 tim, terdiri dari juara dan runner-up dari 12 grup serta delapan tim peringkat ketiga terbaik, siap bertarung mulai 28 Juni hingga 3 Juli, menentukan siapa yang akan melangkah ke babak 16 besar.
Di jalur atas bagan, Jerman membuka laga dengan menghadapi Paraguay pada 29 Juni, sementara Prancis bersiap menghadapi Swedia di hari yang sama. Tuan rumah Amerika Serikat akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina, sementara Belanda ditantang Maroko dalam laga yang diprediksi penuh strategi taktis. Brasil pun siap menghadapi kejutan dari Jepang, tim yang tampil mengesankan di fase grup dengan lima poin dari tiga laga.
Di sisi lain, duel paling menarik muncul di jalur bawah: Argentina, juara Grup J, menghadapi debutan mengejutkan Cape Verde—tim yang melangkah ke putaran final setelah mengalahkan Spanyol dalam pertandingan penentuan kualifikasi dan finis sebagai runner-up Grup H. Jika Argentina lolos, mereka berpeluang bertemu pemenang antara Australia dan Mesir di babak 16 besar.
Spanyol, juara Grup I, masih menunggu lawan pastinya yang akan ditentukan oleh hasil akhir Grup J, sementara Belgia dan Swiss juga menanti penentuan tim peringkat ketiga terbaik untuk mengetahui lawan mereka. Meksiko, yang finis runner-up Grup C, akan menghadapi salah satu dari tiga tim peringkat ketiga terbaik, sementara juara Grup K, Kolombia, akan bersaing melawan tim peringkat ketiga dari Grup E, I, atau L.
Jadwal pertandingan babak 32 besar telah ditetapkan secara rinci. Laga pembuka akan digelar pada 28 Juni antara Afrika Selatan melawan Kanada, diikuti oleh laga-laga krusial seperti Jerman vs Paraguay dan Belanda vs Maroko pada 29 Juni. Sementara itu, Argentina vs Cape Verde ditunda hingga 3 Juli, menjadi penutup hari terakhir babak 32 besar.
Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya menentukan kelanjutan perjalanan tim-tim besar, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi negara-negara kecil seperti Cape Verde, yang kini menjadi simbol keajaiban sepak bola Afrika. Dengan final yang dijadwalkan pada 19 Juli di East Rutherford, New Jersey, setiap laga dalam babak ini bisa jadi titik balik dalam sejarah Piala Dunia.
Sisa pertandingan di Grup J, K, dan L masih menentukan siapa yang akan mengisi posisi runner-up dan tim peringkat ketiga terbaik, sehingga beberapa duel di bagan gugur masih bisa berubah hingga detik terakhir. Namun, satu hal sudah pasti: Piala Dunia 2026 telah memasuki fase paling mendebarkan.















