Sumbawanews.com,- Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Pulau Qeshm, Iran, pada Kamis malam waktu setempat, menyusul serangan rudal Iran terhadap basis militer AS di Yordania sehari sebelumnya. Serangan yang terjadi pukul 20.00 waktu Timur AS itu menghantam wilayah strategis di dekat Selat Hormuz, tempat Iran menyimpan kapal serang, drone, dan ranjau laut. Presiden Donald Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan, “Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras, karena sekarang giliran kami untuk menyerang.” Militer AS menyebut operasi ini sebagai respons kuat atas agresi Teheran.
Serangan itu memicu minimal tiga ledakan di Pulau Qeshm, menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Salah satu rudal bahkan menghantam kawasan permukiman. Di hari yang sama, AS bersama Arab Saudi juga melancarkan serangan terhadap kelompok milisi yang didukung Iran di Irak, menewaskan sedikitnya 20 anggota milisi dan enam penasihat Iran. Sementara itu, serangan drone memicu kebakaran pada dua kapal pengangkut gas alam di Pelabuhan Damietta, Mesir—salah satunya milik perusahaan AS—meski belum ada yang mengaku bertanggung jawab. Trump hanya merespons singkat: “Kurang lebih masih sama.”
Peningkatan ketegangan ini memperdalam kekhawatiran akan meluasnya konflik regional setelah lima bulan berlangsungnya serangkaian serangan balasan. Perkembangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Washington setelah pertemuan pertamanya dengan Trump sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari.















