Sumbawanews.com,- Timnas Argentina telah resmi melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup J dengan dua kemenangan meyakinkan: 3-0 atas Aljazair dan 2-0 atas Austria. Lionel Messi menjadi bintang sekaligus mesin pencetak gol, mencatatkan hattrick kontra Aljazair dan dua gol lagi saat menghancurkan Austria—menunjukkan bahwa sang kapten masih berada di puncak bentuk terbaiknya, bahkan di usia 39 tahun.
Sebagai juara grup, Argentina akan menghadapi runner-up Grup H dalam laga pembuka fase gugur. Empat tim masih bersaing ketat untuk menempati posisi itu, dan masing-masing membawa skenario berbeda yang bisa mengubah jalannya turnamen.
Spanyol, yang kini memimpin Grup H dengan empat poin, menjadi lawan paling menarik secara potensi. La Furia Roja menang telak 4-0 atas Arab Saudi, tetapi gagal mencetak gol saat bermain imbang 0-0 melawan Tanjung Verde. Jika Spanyol kalah dari Uruguay di laga terakhir, dan Tanjung Verde menang atas Arab Saudi, maka pertemuan Argentina-Spanyol di babak 32 besar menjadi kemungkinan nyata—sebuah duel antara dua raksasa yang belum pernah bertemu di fase gugur sejak 2018.
Namun, skenario paling mungkin terjadi adalah Argentina menghadapi Uruguay. La Celeste, dengan dua poin dari hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi dan 2-2 melawan Tanjung Verde, masih memiliki peluang lolos jika mampu meraih hasil seri atau menang melawan Spanyol. Jika Uruguay finis kedua, mereka akan menjadi lawan alami Argentina—pertemuan ulang dari legenda lama yang pernah memanas di Piala Dunia 1986 dan 2018.
Tanjung Verde, tim debutan yang mengejutkan dunia, menjadi kandidat ketiga. Dua hasil imbang tanpa kekalahan—melawan Uruguay dan Spanyol—membuat mereka berada di posisi ketiga dengan dua poin. Jika mereka menang atas Arab Saudi, mereka bisa naik ke posisi kedua dan menjadi lawan Argentina. Kemenangan ini akan menjadi kisah epik bagi negara kepulauan kecil di Afrika Barat yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.
Terakhir, Arab Saudi masih memiliki peluang teoretis, meski sangat tipis. Mereka kalah dari Spanyol dan imbang melawan Uruguay, sehingga butuh kemenangan besar atas Tanjung Verde sambil berharap Uruguay kalah. Namun, dengan peringkat FIFA yang jauh di bawah Argentina, pertemuan ini lebih mirip mimpi daripada kemungkinan nyata.
Dengan Messi yang terus menulis sejarah, dan Argentina yang tampil penuh percaya diri, lawan apa pun yang mereka hadapi di babak 32 besar akan menghadapi tim yang tidak hanya bermodal talenta, tetapi juga semangat juang yang tak tergoyahkan. Pertandingan ini bukan sekadar laga lanjutan—ia adalah ujian bagi ambisi besar, dan mungkin, awal dari perjalanan menuju gelar ketiga Argentina di Piala Dunia.















