Sumbawanews.com,- Timnas Argentina gagal meraih gelar Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Timnas Spanyol 0-1 dalam laga final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB. Kekalahan itu memicu kemarahan para pemain Argentina, terutama bek veteran Nicolas Otamendi, yang menuduh Spanyol sengaja memengaruhi keputusan wasit melalui kampanye media selama seminggu sebelum laga. Otamendi langsung mendekati Rodri, rekan lamanya di Manchester City, dan menyalahkan pernyataan Aymeric Laporte yang dinilainya tidak sportif. Laga yang berlangsung sengit berakhir dengan gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106, setelah Enzo Fernández mendapat kartu merah akibat kartu kuning kedua. Kekacauan pun meledak usai peluit panjang, dengan sejumlah pemain Argentina terlibat bentrokan fisik dengan lawan.
Otamendi menegaskan bahwa komentar publik dari pemain Spanyol selama seminggu terakhir—yang menyoroti keputusan wasit dan dinilainya sebagai upaya psikologis—telah berdampak pada kinerja wasit di lapangan. Rodri, yang tampak bingung, hanya meminta klarifikasi, namun Otamendi tetap bersikeras bahwa taktik itu melanggar etika olahraga. Insiden ini memperburuk suasana usai laga, yang sudah dipenuhi ketegangan akibat aksi agresif sejumlah pemain Argentina, termasuk Leandro Paredes yang diduga melayangkan pukulan dan Nahuel Molina yang terlibat cekikan dengan Rodri.
Kekalahan ini mengakhiri ambisi Argentina menjadi juara bertahan, sekaligus menutup era keemasan tim asuhan Lionel Scaloni yang akan berakhir pada awal 2027. Sementara itu, Spanyol resmi naik ke peringkat pertama FIFA dan meraih gelar Piala Dunia ketiga dalam sejarahnya, dengan Ferran Torres menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan.















