Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Berdasarkan catatan kepolisian, anak yang berada di luar rumah malam hari tanpa control dari orang tua atau keluarga, rentan menjadi pelaku atau korban tindak krimimal. Dan tahun ini, tingkat kriminalitas yang melibatkan anak meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau keluar malam, misalnya jam 9 sudah harus di rumah misalnya. Sudah harus kembali,” kata Kapolres Sumbawa melalui Aiptu Arifin Setyoko, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), didampingi Ipda Sumarlin, Kanit Tipikor Polres Sumbawa, di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.
Sebab, keadaan Kota Sumbawa pada malam hari mulai sepi sekitar pukul 21.00 wita. Keadaan tersebut menimbulkan kerentanan, atau muncul potensi anak terlibat tindak krimimilalitas. Terlebih bila dalam kelompok atau grup dan berada di tempat keramaian seperti taman kota.
“Kalau gak jadi pelaku, anak jadi korban. Mereka kadang-kadang datang jam 10 (malam), jam 12 (malam). Seperti kayak tadi malam itu adalah jam setengah tiga (malam). Pernah dulu bahkan jam 4, orang sudah mau subuh mereka sempat-sepatnya kelahi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tahun ini, tindak krimiminalitas yang melibatkan anak cenderung mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumya. Sehingga orang tua dan keluarga, harus lebih mengawasi anak terutama dengan pemberlakuan system Belajar Dari Rumah (BDR).
“Yang jelas, dibandingkan tahun kemarin dengan sekarang, memang ada kenaikan. Kita kembali lagi kepada pengawasan orang tua yang kurang. Karena kegiatan belajar kan di rumah, karena gak sekolah. jadi kalau mereka besok gak sekolah, jadi kegiatannya dari pagi sampai ketemu pagi, karena besoknya gak sekolah. Jadi itu yang tidak bisa diantisipasi orang tua, dan terkesan ada pembiaran,” jelasnya.
Ditegaskan, Polres Sumbawa telah dan tetap melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin. Dengan mengadakan patroli skala kecil maupun patroli skala besar, termasuk dengan melibatkan TNI dan Sat Pol PP.
“Langkah dari kami, pencegahan kita sudah beupaya semaksimal mungkin. Mengadakan patroli dalam skala kecil maupun skala besar. Kadang-kadang setiap malam minggu kita gabungan dengan Pol-PP, dan TNI,” ucapnya.
Ia menyebutkan, tindak kriminalitas yang melibatkan anak bervariasi, namun dominan terlibat penganiayaan dan pencurian. “Tindak kriminalitas yang melibatkan anak-anak sebenarnya variasi. Tapi kebanyakan terlibat penganiayaa dan pencurian kita alami,” tuturnya. (Using)

















