Sumbawanews.com,- Alexandra Eala dari Filipina kini menjadi petenis putri Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi dalam sejarah WTA, berada di posisi ke-17 dunia dengan 2.216 poin, setelah menembus babak kedua US Open 2026. Kemenangan telak 6-1, 6-2 atas Mary Stoiana pada Rabu (2/9) menjadi pendorong utama kenaikan rankingnya. Di posisi kedua, Janice Tjen dari Indonesia berada di peringkat ke-51 dengan 1.090 poin, sementara dua petenis Thailand, Lanlana Tararudee dan Mananchaya Sawangkaew, menyusul di peringkat ke-60 dan ke-87.
Eala, yang baru saja meraih gelar WTA 500 di Washington Open 2026 dan mencapai perempat final Wimbledon 2026, menjadi satu-satunya petenis ASEAN yang berhasil melangkah ke babak kedua US Open tahun ini. Kemenangannya tidak hanya memperkuat posisinya sebagai wajah baru tenis Asia Tenggara, tetapi juga mengukuhkan Filipina sebagai kekuatan baru di kancah tenis putri global.
Janice Tjen, yang sebelumnya berada di peringkat ke-36, turun ke posisi ke-51 setelah tersingkir di babak pertama US Open 2026. Sementara itu, Lanlana Tararudee berhasil melaju ke babak 64 besar setelah mengalahkan Elvina Kalieva, dan kini bersiap menghadapi unggulan keenam, Linda Noskova. Di urutan keempat, Mananchaya Sawangkaew bertahan di peringkat ke-87 dengan 868 poin, unggul tipis dari Emma Raducanu.
Empat petenis ASEAN kini bersama-sama menempati jajaran 100 besar WTA, sebuah pencapaian sejarah yang menandai kemajuan signifikan tenis putri kawasan ini. Dengan Eala sebagai ujung tombak, masa depan tenis Asia Tenggara tampak semakin cerah di panggung internasional.















