Home Berita Olah Raga Air Mata Pedagang dan Jejak Kaki Petugas Kebersihan di Balik Juara Piala...

Air Mata Pedagang dan Jejak Kaki Petugas Kebersihan di Balik Juara Piala Presiden 2026

Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menang 6-5 dalam adu penalti atas Persib Bandung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, setelah 120 menit berakhir imbang. Di luar lapangan, momen tak kalah berkesan terjadi: Maya, seorang pedagang kecil yang menjual makanan di sekitar stadion, menangis haru ketika Ketua Steering Committee Maruarar Sirait memborong seluruh dagangannya. “Saya benar-benar enggak nyangka. Alhamdulillah senang banget,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Turnamen pramusim ini tidak hanya menentukan juara sepak bola, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. Total transaksi UMKM selama Piala Presiden 2026 mencapai Rp1,5 miliar, meningkat 27 persen dibandingkan edisi 2025. Di sisi lain, puluhan petugas kebersihan—banyak di antaranya ibu rumah tangga—berkutat dari pagi hingga larut malam, memungut sampah, botol minuman, dan sisa makanan demi menjaga kebersihan stadion. Mereka tak pernah muncul di papan skor, tapi menjadi tulang punggung gerakan “Datang Bersih, Pulang Bersih”.

Ketua Steering Committee Maruarar Sirait menegaskan, keberhasilan turnamen diukur bukan hanya dari hadiah Rp8 miliar untuk juara atau rating televisi, tapi dari dampak nyata pada masyarakat. “Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Piala Presiden harus berdampak kepada masyarakat. UMKM kita libatkan, komunitas yang mengurus sampah juga kita libatkan,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Tsamara Amany menambahkan, capaian ekonomi ini membuktikan bahwa sepak bola bisa menjadi sarana pemberdayaan, bukan sekadar hiburan.

Persib dan Persebaya sama-sama menurunkan kiper kedua dalam adu penalti: Fitrah Maulana dan Reza Arya Pratama. Tujuh penendang Persebaya sukses, kecuali Yuran Fernandes; Persib gagal melalui Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa. Namun, di balik sorotan kamera dan sorak penonton, ada kisah-kisah kecil yang justru menyentuh lebih dalam: seorang ibu yang bisa membeli obat anaknya dari hasil jualan es kelapa, seorang ayah yang membayar uang sekolah anaknya dari upah kebersihan, dan seorang pedagang yang tak pernah menyangka hari itu akan jadi hari terbaiknya.

Piala Presiden 2026 bukan cuma soal gelar. Ia adalah bukti bahwa sepak bola bisa menjadi jembatan antara hiburan dan keadilan ekonomi—di mana setiap tendangan di lapangan, ternyata menggetarkan kehidupan di luar stadion.

Previous articleBayern Munich Targetkan Treble di Musim 2026-2027
Next articleGarudayaksa FC Gali Bakat Muda di Batam Prime Festival 2026