Sumbawanews.com,- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa TNI, Polri, dan seluruh aparatur negara wajib tetap netral dan profesional, terutama dalam proses pemilu, sebagai bagian dari amanah reformasi 1998. Dalam pidato peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada 5 September 2026, AHY menekankan bahwa reformasi hadir untuk mengoreksi praktik keterlibatan militer dan kepolisian dalam politik kekuasaan, korupsi, kolusi, nepotisme, serta ketidaknetralan aparatur negara dalam kehidupan politik. Ia menegaskan bahwa kekuasaan adalah amanah rakyat yang bersifat sementara, bukan milik pribadi, dan semua alat negara harus berdiri di atas semua golongan tanpa memihak. AHY meminta TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, dan ASN untuk menjaga integritasnya, menghormati hasil pemilu, serta tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis, karena rakyat berhak memilih dan dipilih tanpa hambatan.
“Siapapun yang menang, harus menang karena mendapatkan kepercayaan rakyat. Dan siapapun yang kalah, harus menghormati kehendak rakyat,” tegasnya.















