Sumbawanews.com,- Lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan hampir 1,9 juta lainnya terpaksa mengungsi selama tiga tahun konflik di Gaza, sejak Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 74.237 korban jiwa dan 175.206 luka-luka hingga 4 Oktober 2026, dengan sekitar 3,4 persen dari populasi awal Gaza—setara satu dari setiap 30 orang—tewas. Data dari OCHA menunjukkan bahwa hampir 30 persen korban adalah anak-anak, sementara 21.745 anak tewas dan 46.000 lainnya terluka sejak awal perang. Gencatan senjata pada Oktober 2025 tidak menghentikan kematian, dengan 1.460 warga tewas dan 5.116 terluka pasca-gencatan, sementara 835 jenazah masih ditemukan di bawah reruntuhan.
Kehancuran infrastruktur mencapai tingkat krisis: 371.888 unit rumah rusak atau hancur, setara 77 persen dari seluruh stok perumahan, dan 134.422 bangunan hancur total. Sekitar 90 persen populasi Gaza kini tinggal di pengungsian, dengan lebih dari separuh keluarga bertahan di tenda selama lebih dari satu tahun, banyak di antaranya dalam kondisi buruk dan rentan banjir. Sektor kesehatan kolaps, dengan lebih dari separuh rumah sakit dan klinik primer tidak berfungsi, sementara 293 bayi prematur meninggal akibat kekurangan obat, listrik, dan peralatan medis. Di bidang pendidikan, 98 persen bangunan sekolah rusak, dan 700.000 anak kehilangan pembelajaran tatap muka selama tiga tahun berturut-turut.
Ekonomi Gaza hancur total: 92 persen unit usaha rusak atau hancur, tingkat pengangguran mencapai 78 persen, dan pendapatan per kapita anjlok menjadi hanya 212 dolar AS pada 2025—17 persen dari level 2022. Harga kebutuhan pokok melonjak 274 persen, sementara 94 persen lahan pertanian tak bisa diakses, membuat ketahanan pangan sepenuhnya bergantung pada bantuan internasional. Lebih dari separuh penduduk mengalami kerawanan pangan akut, dan anak-anak di bawah lima tahun berisiko mengalami kerusakan perkembangan kognitif yang tak bisa dipulihkan. Pemulihan Gaza membutuhkan dana 71,5 miliar dolar AS, angka yang diperkirakan akan terus meningkat seiring temuan kerusakan baru.















