Sumbawanews.com,- Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada akhir Oktober 2026, menewaskan dua orang dan merusak 1.417 rumah di delapan desa, tiga kecamatan. Kejadian ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada malam hari tanggal 30 Oktober pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, yang memicu longsor susulan dini hari berikutnya di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo.
Korban jiwa identitasnya adalah Imron, 40 tahun, dan putrinya, Hilya, 9 tahun. Ibu Hilya selamat dari peristiwa itu. Rumah tempat keluarga itu tinggal rusak berat akibat tertimbun material longsor. Kedua korban dievakuasi secara mandiri oleh warga dan dimakamkan segera setelah kejadian.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) langsung bergerak menangani dampak bencana. Mereka membuka akses jalan tembus Taman Sari Ibu Raja yang terputus, memantau wilayah terisolasi, mendata warga yang membutuhkan bantuan dasar, serta berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan instansi terkait seperti PLN. BNPB juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar dan selalu mengikuti arahan resmi petugas.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana memberikan santunan duka sebesar Rp20 juta untuk dua korban jiwa, serta bantuan berupa paket sembako, semen, dan bata untuk pemulihan rumah-rumah yang rusak. BNPB menyampaikan belasungkawa mendalam atas kehilangan dua nyawa tak bersalah dalam bencana ini.















