Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pada Event MXGP yang rencananya digelar beberapa bulan mendatang di Kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa akan didatangi sedikitnya 10 ribu pengunjung. Sehingga home stay dengan dengan jarak tempuh maksimal 30 menit dari dan menuju lokasi, akan dipersiapkan sebagai tempat akomodasi.
“Kalau informasinya dari tim pusat, itu jumlah penonton yang datang membanjiri sumbawa itu untuk event MXGP ini, hitungannya lebih dari 10 ribu. Yang jelas itu diatas 10 ribu, bisa 15 ribu dan diatasnya,” kata M.Irfan, Sekretaris Dinas Pemuda Olaharaga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya Jum`at (28/01).
Dipastikan, dengan jumlah pengunjung tersebut, jumlah kamar hotel di Kabupaten Sumbawa tidak dapat menampung para pengunjung. Sehingga, home stay yang dikelola oleh swasta maupun yang dipersiapkan oleh masyarakat berbasis desa akan menjadi salah satu solusi.
“Salah satu yang menjadi tupoksi dan konsen kami di dinas pariwisata, meyiapkan akomodasi. Ada kamar yang dipersiapkan oleh perhotelan sendiri, dan datanya sudah kami sampaikan. Kemudian untuk mengisi kekurangan dari kapasitas kamar yang disediakan hotel. kita juga memberikan informasi juga kepada masyarakat di desa supaya kita juga menyiapkan hunian untuk tamu. Ada dua macam homestay yang lansgung dikelola oleh swasta, artinya memang itu komersial. Ada juga yang sifatnya situasional, artinya itu dipersiapkan oleh masyarakat yang berbasis desa,” ungkapnya.
Disebutkan, home stay berbasis desa, nantinya akan memiliki rentang harga tersendiri. “Minimal nanti kita sudah mempersiapkan kamar-kamar, atau rumah-rumah masyarakat agar dapat mengambil peran. Jadi ini juga nanti tentu punya rate harga khusus,” jelasnya.
Dikatakan, rumah warga yang dipersiapkan termasuk dalam radius jarak tempuh maksimal 30 menit dari dan menuju lokasi. Seperti Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kecamatan Moyo Utara, Kecamatan Moyo Hilir dan Kecamatan Unter Iwes.
“Sekarang teman-teman di dinas PMD sedang mendata,” ucapnya.
Selain itu, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata juga menyiapkan berbagai destinasy wisata, seperti Whale Shark (Hiu Paus) dan Pulau Moyo. Termasuk destinasy-destinasy wisata berbasis desa.
“Highlight di kita itu kan Whale Shark di teluk saleh itu, kemudian Pulau Moyo. Banyak peluang yang bisa kita dapat, dan obyek-obyek wisata di desa kan harus ambil bagian,” tuturnya, dan menambahkan, juga kemungkinan akan menampikan budaya kesenian, seperti Barapan Kebo (Karapan Kerbau) dan Main Jaran (Pacuan Kuda). (Using)

















