Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Puskesmas Unter Iwes, mendapat kunjungan dari Tim Perkumpulan Solusi Anak Bangsa (Sobat) NTB untuk melakukan monitoring dan evaluasi penerapan Pengolahan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di 10 Kabupaten/kota se-NTB. Sobat NTB menjalin kerjasama dengan United Nations Children`s Fund (UNICEF – Organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan kepada anak-anak dan ibunya di negara berkembang), dalam upaya penurunan angka stunting di NTB.
“Kita melakukan monitoring dan evaluasi implementasi Pengolahan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) di 10 kabupaten/kota se-NTB. Sebenarnya PGBT ini sudah lama dijalankan oleh dinas kesehatan, ditingkat puskesmas juga dan di posyandu, tapi masih membutuhkan kolaborasi dengan berbagai unsur,” Ida wahyuda, Direktur Sobat NTB di Puskesmas Unter Iwes Selasa (23/11).
Dikatakan, kolaborasi dibutuhkan upaya dalam penurunan stunting, yang menjadi salah satu out put NTB, dalam bentuk kerja-kerja tertintegrasi dengan semua steakholder. “Sehingga PGBT ini menjadi salah satu jalan untuk melakukan itu. Kita melakukan monitoring bersama, disini kana da bappeda, dinas kesehatan, PKK, DPMD baik tingkat provinsi maupun kabupaten,” jelasnya.
Ditegaskan, dengan kolaborasi tersebut, program PGBT tidak jalan sendiri atau hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan semata. Tetapi menjadi tanggungjawab semua unsur hingga tingkat masyarakat.
“Karena peran-peran unsur terkait itu, bisa memberikan dukungan dalam upaya pencegahan dan penanganan gizi buruk. Sehingga harapannya, angka stunting di NTB khususnya di sumbawa itu menjadi kecil,” jelasnya.
Ia menyebutkan, Puskesmas Unter Iwes merupakan puskesmas yang memiliki banyak sumber daya di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, Puskesmas Unter Iwes juga memiliki inovasi dalam upaya-upaya pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat bisa bertahan, lebih mandiri, khususnya dalam peningkatan derajat kesehatan.
“Terkait program PGBT, unter iwes sudah kami latih tata laksana gizi buruk, untuk bagaimana empat komponen PGBT itu antara lain, rawat inap, rawat jalan, konseling, bisa berjalan. Dan di (Puskesmas) Unter Iwes sudah berjalan semuanya. Sehingga harapannya kedepan tidak ada lagi kasus-kasus gizi buruk di Sumbawa khususnya di wilayah Unter Iwes,” jelasnya.
Ia mengakui, saat ini dibutuhkan dukungan lebih massif untuk program PGBT, agar masyarakat memiliki kesedaran, kepedulian serta pengetahuan. “Artinya puskesmas tidak bisa jalan sendiri untuk membangun itu, karena membangun prilaku dan kesedaran ditingkat masyarakat itu perlu banyak orang,” ucapnya.
Dijelaskan, belum lama ini, Bupati Sumbawa telah menyampaikan dukungan dan komitmen untuk mengawal, khsuusnya peningkatan kapasitas kader dan pengadaan sarana prasarana. “Karena itulah alat untuk membina keluarga. Mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi yang positif untuk upaya kita dalam percepatan penurunan stunting di Sumbawa,” ucapnya, juga menambahkan, pengolahan gizi buruk terintegrasi di Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu kabupaten untuk diperkuat.
Di tempat yang sama, H.Syarafuddin, Kepala Puskesmas Unter Iwes memberikan apresiasi terhadap kepercayaan dan kunjungan Sobat NTB. “Hari ini saya merasa bangga dan seperti mendapat durian runtuh. Karena banyak ilmu yang saya dapat dari beliau-beliau ini, untuk kemajuan Puskesmas Unter Iwes,” ucapnya.
Namun saat ini, salah satu kendala untuk memberikan pelayanan optimal, yakni lokasi Puskesmas Unter Iwes yang sudah tidak refresentatif dibandingkan dengan masyarakat penerima layanan kesehatan. “Hanya saja, lokasi kami masih sangat sempit. Kalau bisa, relokasi jadi solisi. Karena sudah tidak refresentatif dengan jumlah pengunjung yang datang,” jelasnya. (Using)

















